MAROS, BKM — Polres Maros menyiapkan 264 personel untuk mengantisipasi pelaksanaan pemilihan kepala desa (Pilkades) di 64 desa se Kabupaten Maros. Pilkades akan dilaksanakan serentak pada 31 Oktober 2018 mendatang.
Kapolres Maros, AKBP Yohanes Richard Andrias, menuturkan, dari seluruh pelaksanaan pemilihan, Pilkades merupakan perhelatan yang sangat rawan konflik. Pasalnya, baik calon dan pendukungnya berhubungan secara langsung. Hal tersebut sangat rawan meciptakan konflik dan provokasi Pilkades.
Personel tersebut, kata Yohanes, akan ditempatkan di setiap Tempat Pemungutan Suara (TPS) untuk melakukan pengamanan. Setiap TPS akan dijaga minimal satu orang aparat. Hanya saja, pihak kepolisian akan menempatkan dua orang personel pada TPS yang dikuatirkan memiliki kerawanan terjadi konflik.
Meski enggan menyebutkan desa-desa yang rawan konflik, mantan Kapolres Toraja ini menjelaskan, pihaknya telah mengantongi beberapa desa yang disinyalir rawan terjadi konflik.
”Di Maros, ada 64 desa yang melakukan Pilkades dengan jumlah 128 TPS. Kita akan menyiapkan satu TPS satu orang aparat kepolisian. Tapi ada juga yang akan kami tempatkan dua orang aparat. Khususnya di TPS yang rawan terjadi kericuhan. Ada beberapa kecamatan yang sudah kami petakan rawan terjadi konflik. Cuma kita belum bisa membeberkannya,” jelas Yohanes didampingi Wakapolres, Kompol Muh Amin saat berdiskusi dan bersilaturahmi bersama wartawan, Jumat (26/10). (ari/mir/c)
31 Oktober, Maros Gelar 64 Pilkades Serentak
