Site icon Berita Kota Makassar

Rektor UIN Samata Temui Kapolda Sulsel, Ini yang Dibahas

GOWA, BKM — Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Samata Prof Dr Musafir menemui Kapolda Sulsel Irje Pol Umar Septono, Senin (29/10/2018) siang. Kunjungan rektor UIN ini didampingi Kapolres Gowa AKBP Shinto Silitonga.

Kunjungan ini ternyata guna membahas permasalahan terkait bentrok antar mahasiswa yang terjadi dua hari yakni Senin-Selasa (22-23/10/2018) di kampus UIN Samata.

Rektor UIN Samata Prof Dr Musafir dihadapan kapolda mengungkapkan apresiasinya terhadap quick response Polres Gowa dan Polsek Somba Opu dalam penanganan perkara sehingga dapat mempersempit dampak aksi bentrok yang terjadi.

“UIN Alauddin Samata telah membentuk Tim Investigasi Internal dan akan berkoordinasi dengan Polres Gowa untuk saling melengkapi informasi dalam penyelesaian perkara ini,” kata Prof Dr Musafir.

Rektor juga mengatakan, pihaknya telah mempercayakan seluruh penegakan hukum terhadap mahasiswa yang terlibat bentrok serta akan mendukung Kepolisian untuk mengusut secara komprehensif terhadap mahasiswa lainnya, bahkan ke oknum internal yang terlibat.

Sementara itu Kapolda Sulsel Irjen Pol Umar Septono mengapresiasi sikap terbuka Rektorat UIN yang mau berkoordinasi dan membuka ruang komunikasi dengan Kepolisian dalam menghadapi masalah-masalah di UIN.

Terpisah Kapolres Gowa AKBP Shinto Silitonga menjelaskan bahwa bentrok antar mahasiswa yang terjadi di kampus UIN Samata dua hari lalu menjadi atensi tersendiri bagi Polres Gowa untuk diusut tuntas.

Menurut Kapolres Shinto, penyidikan yang telah dilakukan terhadap peristwa bentrok itu tidak akan berhwnti pada dua tersangka saja yang telah berhasil diamankan.

“Polres akan terus melakukan penyidikan hingga ke beberapa calon tersangka lainnya. Kedua tersangka yang berhasil diamankan telah diperiksa dan mengakui bahwa ada beberapa mahasiswa lainnya yang terlibat falam bentrok kemarin sehingga kami paatikan penegakan hukum akan berkembang ke mahasiswa anarkis lainnya. Janganlah menyelesaikan permasalahan dengan cara kekerasan tapi gunakan cara-cara persuasif layaknya akademisi,” jelas kapolres. (saribulan)

Exit mobile version