MAKASSAR, BKM–Masa kampanye telah berlangsung sebulan lebih, hasilnya, menempatkan tiga dari delapan anggota DPR RI petahana berpeluang kembali lolos alias oppo di kontestasi pemilu legislatif (Pileg) 17 April 2019 nanti.
Ketiga petahana tersebut yakni legislator Partai Gerindra Azikin Soltan, legslatir Partai Persatuan Pembangunan (PPP) HM Amir Uskara dan Andi Ridwan Wittiri dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).
Adapun dua elit parpol yakni Ketua dewan pimpinan daerah (DPD) Partai Gerindra Sulsel Andi Idris Manggabarani, serta Ketua dewan pimpinan wilayah (DPW) Partai Amanat Nasional (PAN) Sulsel Ashabul Kahfi belum sepenuhnya aman.
Para ketua partai yang bertarung mengincar kursi di Senayan harus mampu meraih suara antara 50 ribu hingga 90 ribu suara, sebab jika tidak maka peluangnya duduk di DPR RI sangat tipis. Untuk itu, Makassar yang memiliki hampir satu juta wajip pilih dan Gowa yang mencapai 500 ribu wajib pilih tentu menjadi incaran mereka.
Amir Uskara mengakui bila peluangnya oppo sangat terbuka, demikian pula peluang bagi ARW yang akan tetap terpilih di Pileg nanti. “Saya punya tim dan hasil survei yang tetap bagus,”ujar ARW, Sabtu (27/10).
Pemerhati politik dari Indeks Politika Indonesia (IPI) Suwadi Idris Amir menggambarkan bila baru tiga anggota DPR RI yang peluangnya terbuka kembali terpilih ke Senayan. Ketiganya yakni politisi Partai Gerindra Azikin Sholtan, politisi PPP HM Amir Uskara dan politisi PDIP Andi Ridwan Wittiri.
Menurut Suwadi, hasil survei IPI terkait peluang petahana seperti Amir Uskara dan Azikin Sholtan sangat besar untuk kembali terpilih. Sedangkan petahana seperti Hamka B. Kady masih berpotensi disalip oleh Hoist Bachtiar, adapun Muktar Tompo dan Irwan Zulfikar Mattewakkang masih akan bersaing dengan Ashabul Kahfi. Sementara Indira Chunda Tita Syahrul saat ini kalah dari Tenri Olle Yasin Limpo. “Andi Ridwan Wittiri kansnya masih cukup besar untuk kembali terpilih, sementara Aliyah Mustika Ilham masih harus kerja keras, karena disaingi oleh H Bahar Ngitung,”ujar Suwadi, Minggu (28/10).
Dosen politik Unibos Dr Arif Wicaksono mengemukakan bila kecenderungannya, petahana dalam politik itu telah terbekali beberapa hal secara alamiah. Misalnya, keinginan untuk kembali berkuasa (status quoist), lalu, ingin strategi yang lebih baik dari sebelumnya karena sudah menguasai medan politiknya, dan tentunya sudah menguasai infrastruktur politiknya untuk menang. “Jadi, dengan hal itu, petahana akan cenderung terus memperbesar peluang menangnya, apalagi jika petahana itu adalah ketua partai. Tentu komunikasi politik antar elite ketua partai yang menguntungkan dan sudah ada sebelumnya, akan terus dipertahankan sekaligus diperluas,”ujar Arief.
Meski demikian, bukan berarti peluang pendatang baru itu kecil. Karena kekuatan terbesar dari pendatang baru adalah sikap perlawanan dan militansinya yang tinggi. “Mereka akan cenderung memompa kreativitas dengan sikap ofensif, tanpa peduli bagaimana defensifnya petahana,”jelas Arief. (rif)
Sebulan Kampanye, Tiga Anggota DPR RI Berpeluang Oppo
