Site icon Berita Kota Makassar

Baznas Maksimalkan Pengelolaan Zakat ASN

MAKASSAR, BKM–Pemerintah Kota Makassar bekerjasama dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) mengintensifkan pengelolaan zakat di kalangan Aparat Sipil Negara (ASN) dengan pemotongan langsung dari gaji mereka.
Kerjasama ini dijalin di Hotel Continental pada Senin (29/10) sekaligus dirangkaikan dengan Rapat Kerja Baznas Makassar.
Sekretaris Kota Makassar, Naisyah Azikin mengatakan, jika Baznnas merupakan misi dari Pemerintah Kota Makassar, yaitu rencana pembangunan jangka panjang periode 2014-2019. Dimana, merekonstruksikan nasib rakyat menjadi masyarakat sejahtera standar dunia yang nyaman untuk semua.
“Sekarang ini perencanaannya memasuki tahun ke empat. Ini dalam rangka peningkatan kesejahteraan masyarakat dalam upaya pengentasan kemiskinan, serta pembinaan masyarakat Islam dalam melaksanakan syariat Islam,” kata Naisyah.
Ketua Baznas Makassar, Anis Zakaria Kama mengatakan, rapat kerja ini menjadi bahan evaluasi sekaligus bentuk penyadaran dari seluruh stakeholder yang ada.
Menurutnya, Baznas hanya membantu kewajiban setiap aparat sipil negara (ASN) dalam membayar zakat. Kendati hanya tiga SKPD yang melakukan kerjasama dalam MoU, tetapi itu merupakan langkah awal bagi semua SKPD yang ada di kota Makassar.
“Jadi sistem yang digagas kali ini mengenai pemotongan langsung gaji, itu sesungguhnya agar ASN jangan sampai lupa untuk berzakat. Rapat kerja ini merupakan persetujuan dari dinas sosial, hukum, dan kecamatan Biringkanaya yang sudah membuat pernyataan agar zakat mereka bisa dipotong langsung, supaya mereka jangan lagi lupa,” jelas Anis.
Sementara, Sekretaris Jenderal Baznas RI, Jaja Jaelani mengungkapkan, Makassar menjadi salah satu kota yang memiliki tingkat zakat paling tinggi diantara kabupaten/kota lainnya. Itu terbukti, dari target Rp 8,5 miliar yang ingin dicapai oleh Baznas pada tahun lalu, bisa terealisasi sampai Rp 9,1 miliar.
“Ini adalah pencapaian yang bagus, namun harus ditingkatkan lagi karena ada yang belum dioptimalkan yaitu ritel yang menjadi bagian pada potensi zakat. Untuk skala nasional saya lihat Makassar yang paling tinggi,”ucapnya.(nug/war/c)

Exit mobile version