Site icon Berita Kota Makassar

Caleg Muda Perlu Didorong, Jangan “Ban Serep”

MAKASSAR, BKM–Pemilihan anggota legislatif (pileg) saat ini bukan hanya didominasi orang-orang berduit lantaran tingginya biaya atau cost politik yang ada.
Namun ada pula calon anggota legislatif (caleg) yang nekat nyaleg meskipun tidak berduit, utamanya politisi yang menyandang status sebagai mahasiswa, aktifis, dan adapula yang tidak jelas darimana sumber penghasilannya.
Pengamat politik Universitas Hasanuddin (Unhas) Andi Ali Armunanto mengatakan jika banyak dari beberapa kalangan yang ikut nyaleg khususnya kalangan muda, karena dia anggap DPRD adalah tempat mencari pekerjaraan atau jalan pintas mencari kekayaan.
Sehingga menurutnya begitu banyak yang nekat dengan mempertaruhkan segalanya sehingga menjual rumah hingga mengambil kredit di bank dengan harapan bisa duduk di DPRD dan mendapatkan uang lebih banyak.
Padahal menurutnya, gaji anggota DPRD tidak begitu tinggi dan hampir sama dengan gaji Pegawai Negeri Sipil (PNS). “Menjadi anggota dewan itu bukan menjadikan jalan pintas untuk mendapatkan kekuasaan tapi ini lembaga (DPRD) untuk mengabdikan diri untuk masyarkat,” kata Andi Ali Armunanto
Disinggung mengenai banyak kalangan muda khusunya aktivis mahasiswa yang maju dan tidak memiliki bekal karena saat ini pandangan masyarakat sangat berbeda dalam menentukan pilihan. Andi Ali Armunanto menyebutkan seharusnya mereka didukung, namun saat ini partai politik memiliki padangan yang berebeda. “Seharusnya partai politik mendukung pemuda yang maju, karena dia orang berkualitas, jaringan politik yang bagus. Tapi selama ini hanya dijadikan ban serep atau pelengkap agar genapkan saja,” tuturnya.
Dengan demikikan, Andi Ali Armunanto mengharapkan setiap pileg kalangan muda bukan sebatas pelengkap saja, namun bagaimana parpol bisa merekrut mereka. “Kedepan aktifis muda didorong sehingga nantinya memperoleh input di DPR paling baik,” harapnya. (ita/rif)

Exit mobile version