MAKASSAR, BKM — Sebanyak 3.600 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) formasi Kota Makassar mengikuti tes di hari pertama, Rabu (31/10). Pelaksanaannya dipusatkan di Auditorium RRI Jalan Ribura’ne.
Sekretaris Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Makassar Basri Rakhman mengklaim, pelaksanaan tes berjalan dengan lancar secara keseluruhan. Hanya saja, tegangan listrik sempat turun di sesi kedua sekitar pukul 11.00 Wita.
“Tidak ada kendala berarti. Sempat tadi tegangan listrik turun sebentar. Hanya sekitar setengah jam. Setelah itu sudah baik. Secara keseluruhan tidak mengganggu pelaksanaan tes,” kata Basri, kemarin.
Pengetatan juga diterapkan bagi seluruh peserta ujian. Mulai dari check body, yaitu memeriksa kelengkapan peserta ketika baru tiba di lokasi. Kemudian menyesuaikan kartu tes dengan kartu pengenal. Hingga diperiksa satu-satu berkasnya oleh kepolisian di depan ruang ujian sebelum masuk. Setelah itu, barulah mereka bisa mengikuti tes di dalam auditorium.
Praktik perjokian, dikatakan Basri, juga ditemukan. Semua peserta mengikuti rangkaian dengan tertib dan terkendali.
Tak ada yang boleh dibawa masuk kecuali kartu tes dan kartu identitas. Bahkan ikat pinggang, cincin dan aksesoris lainnya harus dilepaskan.
Kepala BKD Kota Makassar Baso Amiruddin, menyebut ada dua orang peserta difabel yang mengikuti tes CPNS. Semuanya mendaftar untuk formasi keguruan pendidikan Sekolah Dasar (SD). Keduanya mengambil jurusan yang sama, yaitu Pendidikan Agama Islam.
“Hari ini (kemarin) ada dua peserta difabel yang tuna netra ikut tes. Yakni Ahmad Fuad dan Kasmir. Soalnya dibacakan. Mereka didampingi secara khusus oleh panitia dari BKN dalam pengerjaannya,” terang Baso Amiruddin.
Kasmir yang ditemui BKM, mengaku datang sendirian ke lokasi ujian. Ia menumpang transportasi daring yang mengantarkanannya sampai ke gerbang gedung RRI Makassar.
Sesampainya di lokasi, ia bertemu dengan rekannya sesama peserta yang bersedia menuntunnya melakukan proses sebelum masuk ruang ujian.
“Saya tinggal di Jalan Teuku Umar. Ke sini naik ojek online. Ada istri, tapi tidak sempat mengantar,” ujarnya.
Kasmir saat ini tengah mengabdi di SLB Yapti Makassar sebagai guru. Ia mengaku telah mempersiapkan diri untuk menghadapi tes.
“Kalau belajar, saya biasa dibacakan orang lain. Biasa juga lewat internet. Ada audionya bisa saya dengar,” katanya.
Peserta difabel lainnya, Ahmad Fuad mengaku dirinya memberanikan mendaftar CPNS karena selama ini dirinya telah mengabdi sebagai guru honor seperti Kasmir.
“Sebenarnya kan sudah lama jadi honorer. Mudah-mudahan lolos, karena selama ini masih kurang diakui oleh negara. Kita dianggap bisa, tapi belum dipakai. Sekarang peluang untuk dipakai oleh pemerintah,” ujarnya.
Ia juga berharap dirinya bisa lulus, karena selama ini telah mengabdikan dirinya di Pesantren MDIA Bontoala sebagai guru agama Islam.
“Saya mengajar di pesantren MDIA Bontoala. Cara mengajar seperti biasa seperti guru lain,” tutupnya.
241 Lolos di Kemenkum HAM
Pelaksanaan tes CPNS Kemenkumham di hari terakhir, Selasa (30/10) berjalan tak ada kendala. Walaupun sempat terjadi lagi server error selama 30 menit, namun keseluruhan bisa diatasi.
Koordinator seleksi administrasi Kantor Wilayah Makassar Kemenkumham,Mohammad Yani, mengatakan ada sekitar 15.500 orang yang mengikuti tes selama lima hari pelaksanaan. Rinciannya, 2.500 orang yang mendaftar melalui jalur sarjana, dan sekitar 13.000 orang lulusan SMA.
Jumlah orang yang mengikuti tes tersebut sangat jauh dari jumlah peserta yang lolos. Yani menyebut, total yang lolos sebanyak 214 orang. Terdiri dari 171 peserta untuk tingkat sarjana, dan 43 orang tingkat SMA.
“Setelah tes ini, mereka yang lolos selanjutnya akan menuju tes berikutnya, yaitu adalah Seleksi Kompetensi Bidang (SKB). Untuk waktu dan tempatnya nanti kita informasikan kembali,” kata Yani.
