MAKASSAR, BKM–Pertumbuhan ekonomi Kota Makassar terus menguat diangka 8,32 persen. Hal ini berdasarkan hasil analisis di tahun 2017.
Angka ini merupakan yang tertinggi dari seluruh kabupaten/kota di Sulsel. Makassar sendiri kini memberikan kontribusi terbesar untuk pertumbuhan ekonomi provinsi, yaitu 34 persen.
Pada 2018 dan 2019 kelak, diperkirakan akan tumbuh hingga 8,5 persen. Tim Ahli Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah Kota Makassar, Agussalim mengatakan salah satu yang menonjol karena efek pemilu dan pilpres yang menyebabkan industri pengolahan meningkat karena adanya belanja konsumsi.
Selain itu, adanya pengerjaan proyek infrastruktur yang terus berjalan membuat sektor konstruksi juga akan tumbuh secara signifikan.
Dari data tahun 2017, Perdagangan besar dan eceran, industri pengolahan dan konstruksi memang memiliki peran besar untuk pertumbuhan ekonomi. “Untuk perdagangan mencapai 1,97 persen, industri pengolahan diangka 1,30 persen dan konstruksi diangka 1,35 persen.” terangnya.
Namun, pertumbuhan ekonomi yg kuat ternyata tidak berdampak terhadap penurunan angka kemiskinan. Jumlah warga miskin dari data 2017 sebesar 68.190 penduduk. Jumlahnya meningkat dari tahun 2016 yaitu 66.780 penduduk.
Sementara itu, Kepala Bidang Ekonomi dan Sumber Daya Alam Bappeda Makassar, Asfat mengungkapkan beberapa program akan dilakukan guna menumbuhkan ekonomi utamanya menekan laju inflasi.
Dari data yang didapatkan, komoditi sayuran yaitu kangkung, tomat serta ikan bandeng menyebabkan laju inflasi semakin naik. Oleh karena itu berbagai strategi dilakukan yaitu pembangunan kawasan inflasi beberapa kecamatan yang bekerjasama dengan bank indonesia.
“Ini sudah mulai kita lakukan. Kita harapnya bisa berkembang semua ini. Meski kita terbanyak berikan kontribusi pertumbuhan ekonomi di Sulsel. Namun, kita juga berperan besar untuk kenaikan inflasi di provinsi yaitu 7 persen,” jelasnya.(nug/war/c)
Makassar Tekan Laju Inflasi
