Site icon Berita Kota Makassar

Mapin – Unhas Hadirkan Enam Pakar Geospasial

MAKASSAR, BKM– Masyarakat Ahli Penginderaan Jauh Indonesia (MAPIN) Komisariat Sulawesi Selatan, di Universitas Hasanuddin menggelar The 4th International Conference of Indonesia Remote Sensing Society (ICOIRS) 2018, yang menghadirkan para ahli, peneliti, dan pengambil kebijakan di bidang penginderaan jauh dan geospasial.
Menurut Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Infrastruktur Unhas, Prof Sumbangan Baja PhD mengatakan, perkembangan dan berbagai isu yang terkait dengan pemetaan dan geospasial harus dibahas. Olenya itu, menghadirkan para ahli dari perguruan tinggi, tidak hanya berbagai universitas tetapi juga kegiatan ini bagus pemerintah sebagai pengambil kebijakan untuk memanfaatkan teknologi yang ada dalam pemetaan dan pendataan sumber daya alam.
“”Sekedar kita ketahui bahwa bumi kita ini sekarang banyak mengalami degradasi. Lahan, hutan, laut, dan lingkungan kita telah mengalami penurunan kualitas. Sehingga, para ahli yang berkumpul dalam ICOIRS kali ini akan membahas permasalahan tersebut secara pasti,” ungkapnya saat sela pembukaan yang berlangsung di Hotel Four Points By Sheraton Hotel, Selasa (30/10).
Dalam Konferensi internasional menghadirkan Deputi BMKG Bidang Geofisika, Dr Ir Muhammad Sadly, MEng, Perwakilan LAPAN, Dr Rokhis Komaruddin, Presiden MAPIN, Prof Dr Dewayany Sutrisno, MAppSc, Ahli penginderaan jauh dari National Chiao Tung University, Taiwan, Prof Peter Tian Yuan Shih, Charles Darwin University, Australia, Dr Rohan Fisher, dan CoREM, Universitas Diponegoro, Dr Rudhi Pribadi.
Sedangkan dalam membuka acara konferensi tersebut, Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah mengharapkan konferensi internasional ini akan menjadi bagian dari solusi permasalahan lingkungan yang kita alami. “Saya berharap, saya bisa mendengar ada solusi dan inovasi yang nyata dari pertemuan ini, dan pemerintah daerah akan mengikuti konferensi seperti ini untuk mendapatkan masukan yang berarti dalam upaya pembangunan daerah,,” harapnya.
Selain itu ia juga menambahkan, pemerintah pada dasarnya mengalami permasalahan data. Karenanya, konferensi penginderaan jauh dan geospasial menjadi kebutuhan untuk mengatasi persoalan data yang dialami pemerintah. “Kalau kita salah data, maka akan salah mengambil kebijakan, jadi konferensi ini penting sekali. Mudah-mudahan menghasilkan rekomendasi yang akan menjadi acuan kita dalam perbaikan Indonesia kedepan,” tuturnya.(ita)

Exit mobile version