MAKALE, BKM — DPRD Tator meradang menyusul penolakan Bupati Tator terkait dua Ranperda inisiatif dewan yakni Ranperda Pendidikan Anak Usia Dini (Paud) dan Ranperda Kawasan Tanpa Rokok (KTR).
Wakil Bupati Tator Victor Datuan Batara usai
sidang paripurna di Gedung DPRD Tator, Kamis (1/11) menjelaskan mencermati naskah akademik dua Ranperda inisiatif dewan bersentuhan langsung dengan adat dan budaya Toraja Rambu Solo dan Rambu Tuka’.
”Sebelum dilanjutkan pembahasannya, sebaiknya disosialisasikan terlebih dahulu dengan masyarakat adat (dikombonganni) untuk mendapatkan tanggapan dan masukan,”ujar Victor.
Ketua Fraksi Partai Golkar Yariana Somalinggi, usai paripurna kepada BKM menyesalkan sikap bupati yang secara tidak langsung menolak kedua Ranperda tersebut.
Padahal konteks dari kedua Ranperda tersebut untuk memperkuat visi Pemkab Jangan Biarkan Rakyatku Bodoh, dan Sakit.
Dengan penolakan tersebut tegas Yariana bupati sudah tidak layak menggunakan tagline Jangan Biarkan Rakyatku Bodoh dan Sakit.
Paripurna DPRD Tana Toraja dilaksanakan Kamis (1/11) dengan agenda pembahasan Ranperda. Pasalnya, bupati mengembalikan kedua Ranperda tersebut. (gus/D).
Bupati Menolak, Dewan Meradang
