MAKASSAR, BKM– Perjuangan pejabat eselon II di lingkup Pemprov Sulsel untuk mendapat jabatan belum berakhir. Setelah mengikuti proses job fit selama dua hari di LAN Antang, mereka masih tetap harus mengikuti prosedural assesment yang telah diatur.
Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi Sulsel, Ashari Fakhsirie Radjamilo mengatakan tahap selanjutnya yang harus diikuti adalah tes wawancara. Namun lelaki yang juga menjabat Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sulsel itu mengatakan hingga saat ini belum ada penentuan jadwal untuk wawancara.
Hingga saat ini, pihaknya masih menunggu hasil tes job fit yang digelar di LAN Antang beberapa pekan lalu.
“Hingga saat ini belum ada hasil job fit di LAN Antang. Kita berharap dalam waktu dekat. Setelah ada hasilnya, baru dilakukan wawancara oleh pansus,” ungkapnya.
Mantan Kepala Biro Kerjasama Pemproc Sulsel itu berharap hasil job fit sudah keluar dalam dua minggu ke depan supaya pihaknya sudah bisa mempersiapkan tes wawancara.
Gubernur Sulsel, Prof Nurdin Abdullah ketika dikonfirmasi wartawan mengatakan dirinya belum memperoleh laporan hasil uji kompetensi yang dilakukan pejabat eselon II Pemprov Sulsel di LAN Antang beberapa waktu lalu.
Assesment telah dilaksanakan pada
20-21 Oktober.
Sebanyak 53 pejabat eselon II yang merupakan kepala OPD, Asisten, dan staf ahli yang wajib mengikuti job fit tersebut. Materi yang akan diikuti berupa proses psikotest, hingga tes tertulis.
Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah nantinya mengacu pada hasil assesment untuk menempatkan pejabat di sebuah posisi.
Setelah proses assesment, barulah akan dibuka lelang jabatan untuk mengisi posisi yang lowong.
“Pengisian jabatan lowong mesti assesment. Ada yang ditinggal pensiun pejabatnya. Ada pula yang pindah dari struktural menjadi fungsional,” beber Nurdin. (rhm)
Pejabat Eselon II Masih Harus Ikuti Tes Wawancara
