TAKALAR, BKM — Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Lipang Bajeng yang terletak di Kelurahan Bajeng, Kecamatan Pattallassang adalah sebuah organisasi kemasyarakatan yang bergerak dibidang lingkungan dan kebersihan. Keberadaannya sebagai KSM Lipang Bajeng juga sebagai nakhoda yang mengendalikan tempat pengolahan sampah Reuse, Reduce, Recycle (3R) di wilayah tersebut.
”Untuk saat ini, kami tengah fokus mengedukasi masyarakat melalui program Takalar maju dan mandiri melalui program inspirasi daur ulang sampah (Taman Pirdaus). Kami berharap, masyarakat Takalar dapat berminat memanfaatkan residu organik, seperti dedaunan, sisa makanan, kulit dan bonggol jagung menjadi pupuk kompos,” kata Sekretaris KSM Lipang Bajeng, Aristo Syafar, Jumat (2/11).
Selain tugas melayani dan mengelola sampah rumah tangga, KSM Lipang Bajeng juga melaksanakan program daur ulang residu atau sampah organik dari hasil sisa makanan, tanaman, dan bonggol jagung menjadi pupuk kompos.
”Selama menggeluti usaha ini, Kami telah menghasilkan sekitar 7,5 ton yang sudah dikemas dalam karung khusus untuk pupuk kompos dari bahan dasar bonggol jagung,” pungkas Aristo.
Bupati Takalar, H Syamsari Kitta, beberapa waktu lalu juga berharap, produk pupuk kompos yang terbuat dari bahan dasar sampah/residu organik khususnya bonggol jagung menjadi sebuah komoditi yang dapat menjadi inovasi bagi Kabupaten Takalar. (ira/mir/c)
KSM Lipang Bajeng Motivasi Masyarakat Gunakan Pupuk Kompos
