MAMUJU, BKM — Sepanjang bulan Oktober 2018 terdapat 66 kota telah mengalami inflasi. Dari 66 kota itu, inflasi tertinggi terjadi di Palu (Sulawesi Tengah) sebesar 2,27 persen. Sedangkan terendah di Cilegon (Jawa Barat) sebesar 0,01 persen.
Mamuju sendiri dibulan Oktober ini mengalami inflasi sebesar 0,02 persen. Terjadinya inflasi ini dikarenakan adanya peningkatan harga yang ditunjukkan peningkatan indeks harga pada tiga kelompok pengeluaran. Misalnya dikelompok perumahan, air, listrik, gas, dan juga bahan bakar meningkat 0,12 persen.
Demikian disampaikan Kepala Bidang Statistik kantor Badan Pusat Statistik (BPS) Perwakilan Sulbar, Fredy Takaya, dalam press release yang disampaikan di kantornya, kemarin.
Fredy menambahkan, jika diperbandingan antarkota di Pulau Sulawesi, dari 11 kota yang terdapat di Sulawesi, ada 9 kota yang mengalami inflasi dan dua kota mengalami deflasi. Deflasi terendah berada di Watampone. Sedangkan Mamuju mengalami inflasi sebesar 0,02 persen.
Pada kesempatan tersebut, Fredy juga menyampaikan tentang perkembangan Nilai Tukar Petani (NTP) pada Oktober 2018 di Provinsi Sulawesi Barat. Dan jika membandingkan dengan bulan September, maka tercatat pada subsektor Holtikultura (NTP-H ) 114,92, subsektor tanaman perkebunan Rakyat (NTP-R) 117,8. Untuk subsektor peternakan (NTP-T) 105,83. Sementara pada subsektor perikanan 107,99.
”Hasil pemantauan harga konsumen pada pedesaan telah menunjukkan terjadinya inflasi pedesaan di Sulawesi Barat pada bulan Oktober 2018 sebesar 0,10 persen. Sedangkan untuk Tingkat Penghunian Kamar hotel (TPK) dan perkembangan transportasi di Provinsi Sulbar ini, maka pada periode September 2018, mencapai 41,57. Angka TPK tersebut telah mengalami penurunan sebesar 9,71 persen dibandingkan pada bulan Agustus 2018 yang tercatat 51,28 persen.
”Untuk nilai rata-rata lama menginap tamu asing pada hotel berbintang periode September sebesar 2,88 hari. Atau mengalami peningkatan 2,88 hari jika dibandingkan pada periodebulan Agustus 2018,” kata Fredy.
Untuk jumlah pesawat yang berangkat dan datang melalui di Bandara Tampa Padang di Sulbar, selama periode bulan September tercatat sebanyak 134 kali penerbangan. Jumlah ini telah mengalami penurunan sebesar 4,96 persen jika dibandingkan bulan Agustus 2018. (ala/mir/c)
Oktober, Harga Konsumen Mengalami Inflasi di Mamuju
