MAKASSAR, BKM — Sebuah gong raksasa dibangun di depan Benteng Rotterdam. Gong itu berdiameter sekitar 8 meter. Ternyata, bangunan unik itu merupakan hasil karya siswa beberapa SMK di Makassar dan sekitarnya.
Gong tersebut merupakan karya siswa SMK jurusan bangunan, las, dan listrik di Makassar dan sekitarnya. Sekitar 30 orang terlibat dalam pembuatannya.
Kepala Dinas Pendidikan Sulsel Irman Yasin Limpo mengatakan, karya ini sudah dikerjakan sejak sebulan lalu. Jurusan bangunan fokus membuat pondasi dan tiang penahan gong. Sementara siswa jurusan las dan listrik yang membuat gongnya.
Tak ada dana khusus yang disiapkan untuk karya yang cukup monumental itu. “Anggarannya tidak ada dana khusus. Kita swadaya saja di dinas dengan guru-guru. Ini sekaligus menjadi ladang praktik siswa,” terangnya.
None, sapaan akrab Irman Yasin Limpo mengatakan, tak ada tujuan khusus dengan pembuatan gong ukuran besar ini. Dia hanya ingin ada karya seni SMK yang bisa ditampilkan. Sebelumnya, sudah ada baju bodo raksasa, dan pisang ijo yang merupakan hasil karya jurusan lain.
“Gong itu lebih mendunia. Karya ini diharapkan bisa menjadi destinasi wisata baru di Makassar “ ungkapnya.
Ironisnya, tak jauh dari lokasi pembuatan gong raksasa itu, di seberang jalan, berdiri sebuah tugu bersejarah yang kondisinya memprihatinkan. Ini adalah Monumen Pendaratan TNI di Makassar.
Pada saat Soni Sumarsono menjadi Penjabat (Pj) Gubernur Sulsel, monumen itu sempat mendapat perhatiannya. Penyebabnya, tugu rencananya akan dibongkar oleh seorang pengusaha. Namun, Soni mewanti-wanti agar monumen itu diselamatkan.
Sebenarnya, tugu tersebut masih berdiri kokoh. Hanya saja kondisinya cukup memprihatinkan karena tidak terawat. Tulisannya masih ada, meski catnya sudah terkelupas.
Soni saat itu mengatakan, tugu tersebut harus direvitalisasi sebagai simbol kepahlawanan para pejuang di masa lalu.
“Tugu ini harus direvitalisasi kawasannya, dalam rangka jas merahlah, jangan sekali kali melupakan sejarah. Itu kan pertanda simbolik banyak cerita di baliknya, namanya citra kepahlawan,” kata Sumarsono kala itu.
Ia menyebutkan, jangan sampai tugu itu hilang dan generasi selanjutnya tidak tahu keberadaannya.
Dia pun menginstruksikan tidak boleh ada bangunan di sekitar tugu. Harus mengikuti aturan yang ada. Tugu ini juga bagian dari cagar sehingga harus dikelola UPTD cagar budaya.
Namun sayang, setelah Soni lengser, perhatian terhadap tugu tersebut jadi kendor. Saat BKM menghubungi Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudoar) Sulsel Andi Musaffar Syah, dia berdalih itu bukan tanggung jawab instansinya. Melainkan tanggung jawab Dinas Sosial.
“Itu bukan kewenangan kami. Itu Dinas Sosial yang punya tanggung jawab,” katanya.
Saling lempar tanggung jawab pun terjadi. Ketika Kepala Dinas Sosial Andi Ilham Gazaling dikonfirmasi, dia balik melemparkannya ke Disbudpar.
“Itu bukan kami yang punya tanggung jawab. Tapi Dinas Pariwisata. Coba tanya ke sana,” singkatnya.
Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto, mengatakan jika dirinya sebenarnya memiliki niat untuk menganggarkan revitalisasi tugu sejarah Pahlawan. Namun yang menjadi masalahnya, tugu tersebut bukan menjadi tanggung jawab pemerintah kota.
Yang Danny ketahui, monumen itu merupakan tanggung jawab pemerintah provinsi. Makanya, dirinya tidak bisa menganggarkan untuk revitalisasinya.
Danny sebenarnya sangat menyayangkan kondisi tugu pahlawan saat ini. Jika keadaan seperti ini terus dibiarkan, pemerintah kota siap mengambil alih.
“Persoalannya bukan kita yang punya. Tapi nanti dilihat. Kalau seperti itu keadaannya, tidak ada yang urusi, kita ambil alih saja,” kata Danny.
Ia kemudian mencontohkan Tugu Korban 40.000 Jiwa, pemerintah provinsilah yang mengelola. Namun pemerintah kota saat ini diizinkan untuk memakainya.
Makanya, soal tugu di Jalan Ujung Pandang itu akan ia lihat kembali. Karena bagi Danny, tak masalah untuk dianggarkan oleh pemerintah kota.
“Kalau yang pahlawan-pahlawan begitu kan biasanya provinsi yang urus. Seperti itu Tugu Korban 40.000 Jiwa, itu provinsi, tapi kita dikasih pakai. Nantilah coba saya lihat dulu. Kalau bisa, nanti saya anggarkan. Tidak ada masalah,” tambahnya.(rhm-nug/rus)
Gong Raksasa Dibangun, Monumen Sejarah tak Terurus
