Site icon Berita Kota Makassar

Pemprov Hanya Lirik Pembenahan Infrastruktur

MAKASSAR, BKM — Pemerintah Provinsi Sulsel belum terlalu melirik program pembenahan maupun revitalisasi monumen, tugu, atau simbol-simbol kepahlawanan di daerah ini.
Fokus utama ada pada pembenahan infrastruktur.
Wakil Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman mengemukakan, terlalu banyak usulan masuk untuk diprogramkan.
Namun, di awal kepemimpinannya dengan Gubernur Prof Nurdin Abdullah, difokuskan untuk pembangunan infrastruktur.
“Usulannya bukan cuma itu. Ada Somba Opu, Rotterdam, banyak sekali. Dan kita skala prioritas dulu,” ungkapnya, Senin (5/11 ).
Dia melanjutkan, usulan cukup banyak yang masuk namun anggaran sangat terbatas. Sehingga pihaknya harus bisa memilah mana program prioritas. Salah satu strategi yang dilakukan adalah melakukan rangking atau peringkat, mana program yang harus dinomorsatukan.
“Kalau kita tidak rangking, takutnya terlalu banyak mata anggaran, kita pusing,” tambahnya.
Lebih jauh, adik Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman itu mengatakan beberapa program yang diprioritaskan di awal pemerintahannya adalah persoalan jalan. Khususnya jalan untuk membuka daerah terisolir. Selanjutnya adalah pengairan, kemudian pelayanan kesehatan dan pendidikan.
Setelah target-target di skala prioritas itu terpenuhi, barulah melirik program lain.
Dia melanjutkan, timnya bekerja berdasarkan efektifitas, efisiensi dan skala prioritas dalam menetapkan mata anggaran.
“Efisiensi, artinya tidak banyak dikeluarkan tapi tepat sasaran. Efektifnya adalah sedikit anggaran,” pungkas Andi Sudirman Sulaiman.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sulsel, Jufri Rahman menjelaskan, tahun depan, Pemprov Sulsel mengalokasikan anggaran sebesar Rp1 triliun dari total Rp2,6 belanja modal. Sisanya, Rp1,6 triliun, dialokasikan untuk pengairan, kesehatan, pendidikan, dan program prioritas lainnya. (rhm)

Exit mobile version