MAROS, BKM — Wakil Bupati (Wabup) Maros, Andi Harmil Mattotorang, melakukan rapat terbatas dengan pihak manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Salewangang Maros terkait transparansi keuangan yang dipertanyakan dokter fungsional di ruang rapatnya.
Rapat itu dipimpin Andi Harmil untuk mendengarkan konfirmasi terkait masukan yang dilontarkan kepada pihak RSUD Salewangang dari dokter fungsional. Dimana dijelaskan langsung Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama RSUD Salewangang Maros, Maryam bersama pihaknya.
”Jadi tadi itu baru mau konfirmasi beberapa masukan dari dokter-dokter fungsional di RSUD Salewangang,” ujar Harmil saat ditemui setelah menggelar rapat di kantor bupati Maros, kemarin
Menurut Harmil, ada beberapa kondisi yang tidak dipahami dokter fungsional yang menjadi penjelasan pihak manajemen RSUD Salewangang Maros yang selama ini dianggap tidak transparan.
”Tadi kita minta penjelasan dari manajemen. Yah, seperti itulah aturannya. Tapi nanti kita pertemukan dulu antara dokter ahli dan pihak manajemen. Dimana selama ini kan, RSUD Salewangang dianggap tidak transparan. Tapi tadi pihak manajemen beranggapan, transparan bagaimana lagi. Pihak manajemen telah membukakan semua apa yang dokter fungsional katakan ada yang disembunyikan,” jelasnya.
Ia melanjutkan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros akan melakukan konfrontasi antara dokter ahli dengan manajemen RSUD Salewangang Maros untuk memberikan masing-masing penjelasan. Namun Harmil menekankan, agar dokter fungsional itu memperhatikan aturan main di RSUD Salewangang Maros.
”Ini rumah sakit kan ada aturan main keuangannya. Bukan tempat dokter praktik umum. Kalau tempat dokter praktik umum, kan terserah anda. Ada pasien, suruh bayar, ambil sendiri uangnya. Ini tidak boleh. Jadi aturan mainnya kan sudah jelas. Misalnya ada orang sakit itu harus diklaim ke BPJS dulu. Itu BPJS bayar ke rumah sakit, terus rumah sakit yang bayar ke dokter, sesuai prosedur yang ada,” ungkap Harmil. (ari/mir/c)
Bahas Transparansi Keuangan
