MAKASSAR, BKM — Status dan keberadaan Akademi Keperawatan (Akpre) Anging Mammiri menemui titik terang. Setahun lebih tidak ada kejelasan, setelah pemerintah pusat menginstruksikan agar kampus tersebut dimerger dengan perguruan tinggi.
Manajemen Akper pun memilih Universitas Negeri Makassar sebagai tempat berlabuh, karena kampus itu dengan tangan terbuka menerima. Apalagi UNM berencana akan membuka program studi keperawatan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Sulsel Bachtiar Baso, menjelaskan UNM saat ini sementara persiapan untuk menerima mahasiswa Akper Anging Mammiri yang akan transfer ke sana.
Rencananya, proses merger akan dilaksanakan Januari 2019 mendatang.
“Tinggal mau dipindahkan. Mahasiswa, para dosen dan manajemennya. Semoga Januari 2019 sudah bisa dipindahkan,” ungkap Bachtiar di Kantor Gubernur Sulsel, Selasa (6/11).
Dia mengemukakan, rektor UNM sudah setuju menerima mahasiswa Akper Anging Mammiri untuk kuliah di UNM. Mereka nantinya akan berstatus mahasiswa angkatan pertama Prodi Keperawatan UNM. Menyangkut SPP dan sebagainya, akan mengacu pada aturan yang ditetapkan UNM.
“Semua mahasiswa Akper Anging Mammiri akan difasilitasi menjadi mahasiswa UNM,” ungkapnya.
Akper Anging Mammiri terpaksa harus dimerger karena adanya pngalihan kewenangan berdasarkan Undang-undang Nomor 2/2016. Secara nasional, 71 sekolah mesti beralih, 43 di antaranya merger ke perguruan tinggi negeri (PTN). Termasuk Akper Anging Mamiri.
Saat berstatus Akper Anging Mammiri yang berada di bawah naungan Pemerintah Provinsi Sulsel, kampus itu membuka jenjang pendidikan D3 Keperawatan. Pertama kali berdiri pada tahun 1972 dengan nama SPK Labuang Baji, sebelum berubah pada tahun 2000 menjadi Akper Anging Mamiri.
Saat berada di bawah naungan Dinas Kesehatan Pemprov Sulsel, setiap tahun Akper Anging Mammiri memberi kontribusi PAD sebesar Rp3,5 miliar. Subsidi dari pemprov berkisar Rp8 miliar hingga Rp10 miliar. Sejak 30 tahun berdiri, Akper memiliki sekitar 1.000 alumnus.
Kini, mahasiswa terdaftar sebanyak 600 orang. Sementara, staf pengajar berjumlah 89 orang, 43 di antaranya merupakan pegawai organik. (rhm/rus)
Januari 2019, Akper Anging Mammiri Gabung UNM
