Site icon Berita Kota Makassar

Berjualan Pagi Hingga Malam, Berharap Satu Toples Bisa Laku

ADA banyak peluang usaha kecil menguntungkan jika benar-benar dimanfaatkan dengan baik, salah satunya dengan menjual manisan buah. Seperti yang dilakoni Karman.

Laporan; ARIF AL QADRY

Meski untungnya tidak begitu besar, namun olahan buahan ini dapat membantu menambah pundi-pundi rupiah serta menghidupkan.
warga asal Surabaya ini mencoba untuk mengadu nasib di Makassar dengan menjual aneka jenis buah yang telah diolah menjadi manisan. Seperti Nanas, Mangga dan Kedondong. Manisan-manisannya itu dijual di Jalan Hertasning Raya, samping SPBU.
Sudah hampir satu tahun ini, pria kelahiran Surabaya 10 Januari 1969 menjual manisan buah di Jalan Hertasning. Meja kayu tua yang tidak begitu lebar menjadi tempat untuk menyimpan manisan buahnya yang tersimpan ke dalam toples kaca bening. Dalam toples kaca itu selain buah manisan, juga berisi air larutan gula atau pemanis untuk merendam buah manisan olahannya.
“Setiap hari saya jualan dari pagi sampai malam. Jualan sendiri saja, istri dibiarkan di rumah istirahat. Tiap hari lima toples kaca berisi manisan saya bawa dari rumah di Jalan Andalas. Hasilnya tidak menentu kadang manisan laku semua, kadang cuma satu toples saja yang habis,” sebut bapak tiga orang anak ini.
Harga manisan yang dijualnya cukup terjangkau, yakni Rp1.000 per biji. Jika ambil banyak minimal Rp5.000 bisa mendapat bonus tambahan. Dalam sehari, manisan buah yang terjual tidak menentu. Kalau lagi ramai-ramainya bisa semua laku dibeli, dan jika sepih bisa sampai larut malam bahkan cuma satu toples yang bisa dijualnya.
Untungnya, manisan buah hasil rendaman larutan gula atau pemanis ini dapat bertahan selama dua hari dan bisa tiga hari apabila dimasukkan ke lemari pendingin. Sehingga tidak begitu merugikan jika sehari tidak laku terjual.
“Tapi jarang sekali dalam dua hari tidak ada yang laku, jadi jarang saya jual lebih dari dua hari. Kalaupun masih ada yang tinggal, saya ganti yang baru saja untuk saya jual,” sebutnya.
Tidak ada resep khusus untuk olahan manisan buah yang dijualnya. Resep olahan manisan ia dapat dari temannya yang telah lama jualan manisan di Surabaya. Beberapa wilayah pernah dia tempati jualan, seperti di Jalan AP Pettarani dan Jalan Sungai Saddang. Tetapi cuman di Jalan Hertasning yang cukup laris jualannya.
“Buah seperti Mangga, Nanas dan Kedondong saya beli di pasar setiap hari. Jumlahnya tidak banyak ji, karena saya sesuaikan dengan stock buah yang masih ada. Saya juga tidak mau beli banyak langsung karena tidak mau nanti buahnya busuk sebelum saya buat jadi manisan. Seperlu saja,” tambahnya. (arf)

Exit mobile version