Site icon Berita Kota Makassar

UNM Segera Gusur Lapak PKL

MAKASSAR, BKM– Pihak Universitas Negeri Makassar (UNM) akan melakukan pembongkaran dan penggusuran terhadap sedikitnya 17 lapak pedagang kaki lima (PKL), yang berada tepat di depan gedung Pascasarjana UNM, di Jalan AP Petta Rani.

Pembongkaran dan penggusuran lapak dilakukan untuk mempermudah proses pembangunan pagar gedung Pascasarjana.
Rektor Universitas Negeri Makassar, Prof Husain Syam mengatakan, keberadaan PKL tersebut akan sangat menghambat pembangunan pagar. Apalagi, pembangunan pagar tersebut dikatakan Prof Husain telah dianggarkan. Jadi, penertiban menjadi solusi satu-satunya.
“Kita mau buat pembangunan pagar disitu, itu ndak bisa dibangun kalau ada itu lapak semua disitu,” katanya.
Prof Husain pun berharap, jika para pedagang harusnya mengerti akan rencana ini karena para pedagang tersebut diakui Prof Husain telah lama mendapat peringatan untuk pindah. Jadi ia menginginkan agar para pedagang untuk segera pindah dari tempat tersebut.
“Saya berharap para pedagang ini harus sadar dan harus pindah. Karena tak ada jalan lain, kita mau kerja. Dulu juga kita tidak ganggu mereka karena kita dulu belum kerja, sekarang ini sudah mau mi dikerja,” kata Prof Husain.
Rencananya, pembangunan pagar ini akan dilakukan dua pekan kedepan. Secara tegas, Prof Husain juga mengatakan, bahwa apapun resikonya, pihaknya akan melakukan pengusiran jika mereka tetap tidak mau pindah.
“Apapun resikonya, saya usir mereka kalau tetap tidak mau pergi, daripada saya ditangkap. Saya bisa ditangkap oleh BPK kalau tidak saya kerjakan ini pagar, karena ini sudah masuk dalam program. Kalau pagar ini nantinya sudah dikerja sampai depan Hotel Lamacca, pasti akan saya usir,” tegasnya.
Prof Husain sendiri pun mengatakan jika pihaknya membutuhkan bantuan Pemerintah Kota Makassar terkait rencana relokasi tersebut. Ia pun berharap pemerintah dapat membantu dalam menata dan mengatur para PKL ini.
Sementara itu, Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto mengatakan, jika pihaknya akan memikirkan solusi yang diberikan untuk para pedagang terlebih dahulu. Karena baginya, sebaiknya mereka tidak digusur, melainkan digeser atau dipindahkan ke tempat lain.
Namun Danny, sapaannya, juga mengatakan bahwa jika hal ini merupakan kebutuhan mendesak, maka dirinya akan membicarakannya lebih dahulu ke semua pihak. Dirinya tetap mendukung upaya UNM, tapi para pedagang PKL ini juga tetap harus memiliki tempat yang baru.
“Kita mendukung itu, tapi harus ada evakuasinya mereka juga. Model saya itu kan tidak pernah menggusur, tapi menggeser. Jadi saya akan konsultasikan ini,” kata Danny.
Danny pun memiliki rencana jika mungkin saja, para pedagang ini bisa dipindahkan di area Jalan Raya Pendidikan. Sesuai mimpi lamanya, ia berencana akan membuat jalan tersebut menjadi area khusus PKL Pendidikan.
“Dulu saya pernah punya rencana, Jalan Raya Pendidikan itu dijadikan khusus kaki lima pendidikan. Jadi mahasiswa bisa ngopi di situ, beli buku disitu. Saya akan coba minta siapa tau bisa. Ya kalau memang bisa, kita akan anggarkan,” tutup Danny.(nug/war/b)

Exit mobile version