GOWA, BKM — Patut dijempol, SMPN 1 Tinggimoncong, Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa meraih penghargaan Adiwiyata atau sekolah berbasis lingkungan. Penghargaan ini dianugerahkan Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah, setelah sekolah yang berada di kota wisata Malino Kabupaten Gowa ini, masuk dalam 15 SMP se Sulsel yang mendapatkan Adiwiyata tahun 2018.
Keberhasilan ini setelah beberapa hari lalu melalui proses penilaian ketat jajaran dinas lingkungan hidup Provinsi Sulsel. Terkait penghargaan ini, Koordinator Wilayah Dinas Pendidikan Kecamatan Tinggimoncong, Amran Azis, memberikan apresiasi besar kepada jajaran SMPN 1 Tinggimoncong.
”Alhamdulillah, berkat kerja keras seluruh siswa dan guru serta kepala sekolah di SMPN 1 Tinggimoncong ini impian kita meraih Adiwiyata terwujud. Saya kira, prestasi ini adalah awal dan tidak berhenti di sini saja. Sebab tujuan dari Adiwiyata ini bukan sekadar prestasinya. Namun inti dari sekolah berbasis lingkungan itu sendiri. Dimana, sekolah tetap menjadi nyaman sehat dan hijau,” jelas Amran Azis selaku pembina dalam kegiatan Adiwiyata di wilayah kerjanya tersebut kepada Berita Kota Makassar, Rabu siang (7/11).
Amran pun mengatakan, sejak SMPN 1 Tinggimoncong masuk sebagai peserta penilaian sekolah Adiwiyata bersama sejumlah sekolah lainnya, telah dilakukan pendampingan beberapa tahun lalu.
”Pembinaan dan penataan telah dilaksanakan beberapa tahun lalu. Ini adalah tahun ketiga kita berbenah. Jadi, kita mendampingi dan mendorong setiap saat. Bahkan, kami mengadakan pertemuan khusus komite. Pelibatan orangtua siswa juga penting. Sinergitas sangat dibutuhkan. Jadi Korwil mengawal semua kebijakan sekolah dan komite mendukung terciptanya sekolah Adiwiyata ini,” jelas Amran.
SMPN 1 Tinggimoncong saat ini mendidik sebanyak 388 orang siswa dengan tenaga guru sebanyak 29 orang. Sekolah yang dipimpin Sutupo sebagai kepala sekolah ini, memiliki green house, toga, bank sampah, biopori (resapan air ketika hujan), dan kantin sehat. Semua fasilitasi pendukung ini dikelola langsung para siswa di bawah bimbingan para guru.
Sutupo mengatakan, apa yang diraih sekolahnya tidak terlepas dari partisipasi semua pihak khususnya korwil, para siswa, guru, orangtua siswa, komite dan masyarakat sekitar. ”Inilah harapan kita yang telah terwujud. Semoga kita terus berkarya dan lebih meningkatkan keadiwiyataan di sekolah ini,” jelas Kepsek. (sar/mir)