Site icon Berita Kota Makassar

Deng Ical Bantah Jika BuLo tak Beri Efek

MAKASSAR, BKM–Program unggulan dari Pemerintah Kota makassar yakni Badan Usaha Lorong (BuLo) mendapatkan kritikan dari anggota DPRD Makassar, yeni Rahman.
Saat Rapat Paripurna pandangan Fraksi mengenai Ranperda APBD 2019 di Ruang Paripurna DPRD Kota Makassar, Sabtu (10/11), Yeni menyebutkan jika BuLo belum memberikan efek signifikan untuk pertumbuhan ekonomi masyarakat di lorong.”BuLo belum berjalan maksimal. Selain itu penanganan banjir juga belum teratasi dengan baik, padahal musim penghujan juga hampir tiba,” terangnya.
Menyikapi pernyataan dari anggota dewan, Wakil Wali Kota Makassar, Syamsu Rizal justru menampik hal tersebut. Menurutnya, beberapa lorong bahkan sudah berkembang dan produktif. Pembinaan usaha lorong, kata dia memang tak bisa begitu cepat berkembang pesat.
“Ada UPTD yang bekerjasama dengan UMKM membina lorong yang dianggap bisa produktif. Memang ada yang belum maksimal seperti Kanre Rong misalnya. Tapi tidak semua lemah ada berhasil dengan hasil produktivitasnya masing-masing,” jelasnya.
Daeng Ical, sapaan karib Syamsu Rizal menambahkan beberapa lorong memang masih dalam tahap pembenahan, belum menghasilkan usaha prduktif.
“Paling tidak masyarakat sudah tidak minder dengan lorongnya. Kita buat dahulu mereka menjaga lorongnya tetap hijau, tidak rantasa. Selanjutnya mulai berpikir menjual tanaman. Ada juga jual hadicraft, baju dan lain-lain, jadi bertahap,” terangnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Ekonomi dan Sumber Daya Alam Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah Kota Makassar, Asfat mengungkapkan, dari 7.500 lorong, ada 500 lorong yang telah dibina, tahun depan rencananya ada kembali membina 50 lorong lagi melalui BuLo.
“Sudah ada 500 lorong yang telah dibina melalui BuLo, rencananya kami akan membina 50 lorong lagi tahun depan,” kata Asfat.(nug/war/c)

Exit mobile version