Site icon Berita Kota Makassar

Gowa Mampu Tekan Angka Kematian Ibu dan Bayi, Ini Harapan Wabup Gowa

GOWA, BKM — Saat ini angka kematian ibu dan anak serta kekurangan gizi masih menjadi masalah utama di Indonesia. Karena itu pemerintah berharap agar Hari Kesehatan Nasional ke 54 ini menjadi motivasi bagi jajaran kesehatan untuk makin menggencarkan upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat setinggi-tingginya.

Berangkat dari seruan nasional ini Pemerintah Kabupaten Gowa pun komitmen meningkatkan kesadaran masyarakat untuk berprilaku hidup sehat melalui gerakan masyarakat hodup sehat (Germas) yang merupakan gerakan prakarsa Presiden RI sebagai gerakan nasional yang tertuang dalam Inpres No 1 tahun 2017 tentang gerakab masyarakat hidup sehat.

Di Kabupaten Gowa, HKN ke 54 diperingati upacara dan dipimpin Wakil Bupati Gowa Abd Rauf Malaganni sebagai inspektur upacara dihadiri Sekretaris Kabupaten Gowa Muchlis, para asisten, staf ahli dan pimpinan SKPD dan ASN jajaran Dinas Kesehatan Kabupaten Gowa.

Wabup Rauf menyoal angka kematian ibu, anak dan kekurangan gizi. Dari isu nasional ini, Rauf mengajak jajaran Dinas Kesehatan Gowa untuk proaktif mensosialisasikan pola hidup bersih dan sehat.

Rauf juga berharap peran para bidan desa menjadi utama dalam mendukung peningkatan derajat kesehatan ibu dan anak termasuk dalam hal gizinya.

“Saat ini angka kematian ibu dan anak serta kekurangan gizi masih menjadi perhatian besar pemerintah termasuk di Gowa. Karena itu jajaran kesehatan harus selalu dan terus menerus melakukan promosi prilaku hidup bersih dan sehat. Ini sesuai tema HKN ‘Aku Cinta Sehat Aku Hidup Sehat’ dan itu dimulai dari kita,” kata wabup.

Dikatakannya, anggaran kesehatan yang dialokasi pemerintah cukup besar sehingga diharapkan optimalisasi peningkatan kesehatan harus dimaksimalkan.

“Melalui HKN kali ini saya ajak mari kita kobarkan semangat melayani dan semangat memandirikan dan memberdayakan masyarakat dalam pencapaian derajat kesehatan yang setinggi-tingginya yang dimulai dari diri kita sendiri. Saat ini pemerintah kabupaten sudha berusaha maksimal dalam perbaikan sarana prasarana kesehatan dengan harapan masyarakat dapat mengaksesnya tanpa hambatan lagi. Kita juga berharap pemerintah pusat mendrop dana kesehatan ke Gowa agar kita lebih optimal lagi bergerak,” tandas wabup.

Terpisah Kadis Kesehatan Gowa dr Hasanuddin mengatakan upaya pihaknya dalam meningkatan derajat kesehatan telah dilakukan dalam berbagai bentuk kegiatan inovasi. Bukan hanya dilakukan di jajaran Dinas Kesehatan tapi juga di 26 Puskesmas yang tersebar pada 18 kecamatan.

“Kita memang dari tahun ke tahun menggelontorkan sosialisasi kesehatan melalui berbagai inovasi. Semuanya tertuju pada satu tujuan yakni menurunkan indikator-indikator seperti kematian ibu dan anak serta kekurangan gizi di tengah masyarakat,” kata kadis.

Dia juga mengatakan, pihaknya banyak melakukan kegiatan yang berujung pada upaya penurunan angka kematian ibu dan bayi dengan mengoptimalkan peran bidan desa bekerjasama Tim Penggerak PKK.

“Bahkan kita punya program untuk tahun 2019 dengan mengalokasi anggaran untul penurunan stanting termasuk didalamnya untuk kematian ibu dan bayi tersebut. Satu kesyukuran sebab di tahun ini kita berhasil melakukan penurunan angka kematian ibu. Sekarang sisa 13 orang dibanding tahun 2017 mencapai 19 orang,” jelas dr Hasanuddin.

Dijelaskan dr Hasanuddin, HKN tahun ini marak kegiatan rangkaian diantaranya gerak jalan santai para insan kesehatan, lomba kebersihan dan pelayanan puskesmas, lomba olahraga dan seni. HKN tahun ini juga menjadi kesyukuran Pemkab Gowa dan jajaran Dinas Kesehatan Gowa lantaran Puskesmas Tinggimoncong juara 2 tingkat nasional Pembina UKS Terbaik dan penghargaannya diterima Kepala Puskesmas Tinggimoncong Muh Arifuddin SKM. (saribulan)

Exit mobile version