Site icon Berita Kota Makassar

Bantuan Pakaian Pengungsi Rusak Kehujanan

PAREPARE, BKM — Walikota Parepare, Taufan Pawe merasa terganggu adanya pemberitaan terkait bantuan bagi korban bencana alam Sulteng yang tak tersalurkan.
Taufan mengklarifikasi hal ini kepada Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) didepan awak media. Hasilnya, Walikota memastikan tidak ada bantuan yang tidak tersalurkan.
Taufan kepada wartawan di Warkop Teras Empang, membantah jika bantuan tak tersalurkan. Bantuan yang bertumpuk di BPBD hanya pakaian bekas dan bukan sembako. “Jadi tidak benar bantuan makanan dan minuman bertumpuk tapi ada hanya pakaian bekas yang begitu banyak, sehingga betumpuk dan rusak akibat kehujanan,”jelasnya.
Taufan meminta wartawan agar pemberitaan harus seimbang sehingga pemerintah tidak merasa terusik.”Saya minta agar pemberitaan harus seimbang,”harapnya.
Taufan lebih mengutamakan memberikan pelayanan kepada pengungsi warga Parepare yang mengungsi ke Parepare sebanyak 2.620 warga beredar 22 kelurahan dari pada dikirim semua ke Palu.
Tetapi tidak menutup kemungkinan Pemkot akan ke Palu menyerahkan bantuan beras 3 ton yang disumbangkan oleh pengusaha bernama H Asta.
Mengenai korban bencana alam yang diberi pelayanan kesehatan gratis sebanyak 87 orang diantaranya 55 rawat inap dan 32 rawat jalan itu ditanggung pemerintah kota Parepare sebesar Rp 150 juta yang tak ditangani BPJS.
“Pernah kami koordinasi BPJS tapi menolak melayani korban bencana alam sehingga pemerintah yang memberikan pelayanan gratis. Padahal BPJS milik pemerintah,”kesal Taufan.
(smr/D)

Exit mobile version