Site icon Berita Kota Makassar

Plt Kades Topejawa Dituding Arogan

TAKALAR, BKM — Hanya terhitung hari setelah mendapat amanah sebagai pelaksana tugas (Plt) Kepala Desa Topejawa, Sudirman Nompo langsung berulah di luar kewajaran. Dua kepala dusun di desa tersebut yang mengabdikan diri membantu mantan kepala desa dan warga setempat, harus keluar dari struktur desa sebagai aparat setelah keduanya dicopot oleh Plt Kades Topejawa.
”Hanya dua hari setelah ditunjuk bupati Takalar sebagai Plt Kades, Sudirman Nompo langsung memecat kami sebagai kepala dusun tanpa alasan jelas. Pemecatan ini kami anggap keliru,” Kata Muhammad Akbar, Kadus Topejawa, korban pemecatan, Minggu (11/11).
Dua kepala Dusun diDesa Topejawa, Kecamatan Mangngarabombang yang mendapat hadiah pemecatan dari Plt Kades Topejawa yakni Kepala Dusun Topejawa, Muhammad Akbar dan kepala dusun Lamangkia.
Arogansi, Sudirman Nompo kian terlihat saat beberapa wartawan mengonfirmasi atas pemecatan dua kepala dusun. Bahkan, Plt Kades tersebut menyebut wartawan terlalu jauh mencampuri urusan di desanya.
”Itu wartawan biar persoalan begitu (pemecatan Kadus, red) beritakanji. Saya tidak takut diberitakn oleh wartawan dan tidak takut juga didemo warga Topejawa,” katanya menantang di depan beberapa Plt Kades seKecamatan Marbo saat dikonfirmasi beberapa hari lalu.
Secara terpisah, Direktur Utama, Lembaga Bangun Desa Sulawesi (Lambusi), Nixon Sadli Karma saat dimintai tanggapannya sekaitan aksi pemecatan ala Plt Kades Topejawa mengatakan, sebaiknya Pemerintah Kabupaten Takalar melakukan uji kompetensi terhadap calon Plt Kades. Karena menurutnya, ASN yang ditunjuk sebagai Plt Kades belum tentu memiliki pengalaman memimpin orang banyak.
”ASN memimpin ASN sangat mudah, karena ada aturannya. Tapi ASN tidak mudah memimpin ribuan warga. Harusnya Pemkab Takalar memikirkan karakter dan SDM Plt Kades sebelum diberi amanah,” tandas Nixon. (ira/mir/c)

Exit mobile version