Site icon Berita Kota Makassar

Didesak Menikah, Tapi Lebih Memilih Naikkan Haji Orangtuanya

HOBI ternyata tidak hanya menghabiskan anggaran untuk mewujudkannya. Hobi juga bisa mendatangkan keuntungan lebih, seperti yang dirasakan Lukman yang hobi lukis dinding ini.

Laporan: ARDHITA ANGGRAENI

Memang yang memiliki modal besar tidak sulit menjalankan usahanya atau menciptakan usaha baru, namun yang menjadi problem adalah jika seseorang hendak berusaha tetapi tidak memiliki modal besar. Olehnya itu, hanya ide-ide dan hobi saja bisa ditekuni untuk mendapatkan keuntungan.
Lewat keahliannya melukis dengan air brush dan melukis berbagai interior dinding rumah, hotel, mesjid dan kaos, Lukman Maulana, pria kelahiran Makassar tahun 1988 ini semakin mengembangkan usaha lukisnya tersebut.
Di era yang serba berkembang seperti sekarang, banyak sekali ide-ide bisnis kreatif dan inovatif yang bermunculan. Ide membuka bisnis kreatif ini muncul dari keinginannya sejak duduk di bangku kuliah.
“Suka saja sama menggambar, melukis. Karena saya memang dominan itu lukis-lukis mural yang kayak di dinding cafe, rumah, hotel, masjid dan hampir semua itu saya kerjakan. Kalau seni lukis itu sejak dulu saya suka, dulu kalau di bangku sekolah itu sering lukis-lukis kartun. Masuk kuliah ambil jurusan seni di Makassar,” ungkapnya saat ditemui disela-sela kesibukannya, Selasa (13/11).
Alumni mahasiswa seni Universitas Negeri Makassar ini juga mengaku, seni lukis itu saat ini menjadi trend anak muda. Apalagi kata Lukaman (30), jika suatu seni itu tidak akan ada matinya, malah ia mengumpamakan jika seni itu ada dalam rumah atau tempat usaha maka menurutnya akan menghidupkan suasana ditempat terse but. Olehnya itu, ia lebih memilih mengembangkan bisnis kreatifnya itu dibidang lukis.
“Kalau usaha seni itu tidak ada matinya mba, malah seni ini akan terus berkembang. Coba kita perhatikan saja jika didalam rumah atau cafe itu tampilan rumahnya atau cafenya itu biasa-biasa saja pasti sedikit yang betah tinggal didalamnya karena tidak ada seni didalamnya. Makanya kenapa saya bilang bisnis begini tidak ada matinya, dan hampir kita bilang ruginya itu cuman 10 persen saja,” tuturnya.
Kini melalui keahliannya melukis, Lukman juga disibukkan selain panggilan melukis. Ia juga banyak terjun mengajarkan seni rupa dan seni lukis dengan membuka setiap tahun kelas melukis di Makassar. Bahkan Lukman sedangkan mengembangkan menggunakan baju kaos lukis yang saat ini menjadi stylist anak muda kekinian.
Melalui jasa lukis panggilan biasanya Lukman menerima panggilan kerjaan setiap bulan empat-lima kali. Sebab untuk jasa lukis dinding saja, Lukman habiskan waktu sekitar seminggu untuk menyelesaikan satu lukis dinding disatu tempat. Tidak tanggung-tanggung jasa bisnis lukis dinding ini, Lukman dapatkan upah sedikitnya Rp 15 Juta lebih satu kali lukis.
“Lumayan sih dapatnya biasanya Rp15 juta keatas. Biasanya kalau tidak terlalu sulit saya kerja ji sendiri, tapi kalau biasanya full sekali dinding yang mau dilukis baru detail sekali saya biasanya panggil teman. Karena kalau selesaikan satu lukis itu ada juga deadlinenya biasanya konsumen itu mau seminggu paling cepat biasanya itu lima hari kalau dinding, kalau kaligrafi itu seminggu lah,” katanya.
Diakui Lukman bahwa awalnya-awalnya menekuni bisnis ini tidak ada sama sekali kendala, sebab diakuinya untuk masalah tempat ia tidak mempermasalahkan sebab ia hanya melayani jasa lukis ini hanya panggilan saja, selebihnya untuk mengajar lukis, rumahnya lah yang dijadikan tempat.
“Tidak ada sih kalau kendala, apa yah. Soalnya begini mba, saya lukis itu saya sesuaikan dulu sketsanya dikonsumen kalau deal baru saya lukis, jadi hampir dibilang tidak ada. cuman yang biasa itu saya alami konsumen mau cepat selesai lukisannya, nah sementara melukis itu tidak seperti sulap, perlu ketelitian dan mood yang utama, itu sih,” bebernya.
Namun keluhan dan banyak nuntut itu, Lukman akui dirinya bisa hadapi. Saat ini dirinya masih sendiri ia hanya fokus mengumpulkan uang untuk dirinya menaikkan haji kedua orangtuanya, walaupun telah banyak desakan orangtuanya itu dirinya segera menikah. Namun dirinya masih fokus mengembangkan bisnisnya tersebut.
“Alhamdulliah kalau keluarga masih dukung apa yang buat saya senang, karena saya punya target tahun depan saya bisa hajikan orangtua. Yah walau hampir dibilang ditanya terus kapan menikah, kapan bawah calon hahaa. Tapi saya mau fokus dulu dikerjaan saya ini,” tutupnya. (ita)

Exit mobile version