Site icon Berita Kota Makassar

Elektabilitas Prabowo-Sandi Naik

MAKASSAR, BKM–Mengukur elektabilitas atau tingkat keterpilihan calon wakil presiden, Sandiaga Salahuddin Uno di Sulawesi Selatan merupakan suatu ancaman bagi kubu pasangan Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin.
Sebab tercatat sudah dua kali Sandiaga ke Sulsel, sedangkan baik Jokowi maupun Ma’ruf belum sama sekali sejak kampanye dimulai.
Menurut Pengamat politik Universitas Muhammadiyah Makassar, Luhur A Priyanto, elektabilitas Prabowo-Sandi terbilang terus naik, terlihat dari intensnya Sandiaga Uno melakukan kunjungan di Sulsel. Ketimbangan capres Jokowi-Makruf yang belum sama sekali melakukan kunjungan. “Betul, kubu Jokowi perlu khawatir. Frekuensi kunjungan lawannya kini kan yang sering, tentu bisa dilihat sebagai ancaman bagi pendukung lawannya. Bagaimana pun aspek direct touchment (sentuhan langsung) kandidat pada pemilih, bisa mengubah perilaku dan pilihan politiknya,”ungkapnya saat dikonfirmasi, Selasa (13/11).
Ditambah lagi, dalam kunjungan beberapa kali Sandi memberikan porsi khusus ke kalangan milenial dengan menggelar beberapa kegiatan yang menjadi daya tarik untuk pemilih kaum millenial. “Kalau dilihat Sandi, memang kelihatannya lebih menyasar segmen pemilih muda, termasuk kaum perempuan muda. Sebuah segmen pemilih yang ‘small but strategic’, dan lebih ekspresif mengungkapkan kekecewaannya pada pemerintahan sekarang. Itulah diferensiasi elektoral yang sedang di bangun Sandi dan tim pemenangannya,” tuturnya.
Secara umum, kehadiran kembali Sandi ke Sulsel dalam kapasitas sebagai Cawapres bisa sebagai bagian dari kerja elektoralnya. Kehadiran salah satu capres di Sulsel nampak betul lebih pada kegiatan yang bersifat non-formal dan tidak satupun yang bersinggungan dengan agenda pemerintahan daerah.
“Dengan demikian, saya kira sudah bisa di ukur kemana dukungan kepala daerah di kontestasi Pilpres 2019 nanti,” katanya.
Dia menggaris bawahi, kehadiran Capres juga menjadi ujian untuk soliditas koalisi partai lawan pengusung. Sepertinya tidak semua infrastruktur partai pengusung bergerak bersama. Masih kelihatan dominasi partai tertentu dalam kerja-kerja koalisi Pilpres. “Meskipun kelihatan juga bahwa kepala-kepala daerah juga tidak begitu hirau dengan agenda kunjungan calon di daerahnya,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua Koalisi Indonesia Kerja (KIK) Jokowi-Ma’ruf di Sulsel, Syamsul Bachri mengaku sama sekali tidak khawatir jika capres yang bukan usungannya datang ke Sulsel. Sedangkan untuk capres untuk usungannya belum sama sekali ke Sulsel, sebab partai sudah mengetahui bahwa capres usungan partainya masyarakat sudah terkenal dibanding lawannya kini. “Tidak ada masalah seorang capres, bisa berkunjung kemana saja dalam rangka sosialisasi. Selama ini capres kami sudah dikenal luas, sudah kemana mana juga. Sebagai presiden, masyarakat sudah tahu apa yang dilakukan pak Jokowi,”jelas anggota Fraksi Golkar DPR RI ini. (Ita/rif)

Exit mobile version