GOWA, BKM — Hari Maulid Nabi Besar Muhammad SAW jatuh pada 20 November mendatang. Jelang hari kelahiran Rasulullah ini pun akan disambut sukacita kaum muslim di Indonesia seperti halnya di Kabupaten Gowa.
Jelang hari lahir Rasulullah ini menjadi tradisi menarik sebab semua umat Islam di Gowa akan merayakannya dengan meriah tentunya dengan segala pernak pernik maulid.
Salah satu kebutuhan paling tinggi di Gowa jika jelang maulid adalah telur ayam. Telur ini menjadi trend tradisi yang tidak bisa hilang dan secara turun temurun dipakai untuk hajatan pesta telur hias aneka warna.
Terkait stok telur jelang maulid ini, Kadis Peternakan Gowa Suhriati menjamin ketersediaan telur bagi masyarakat jelang perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Suhriati mengakui pada saat memasuki hari perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW, kebutuhan masyarakat terhadap telur cukup meningkat.
“Untuk kabupaten Gowa, masyarakat tidak perlu kuatir sebab sampai saat ini produksi telur kita aman. Stoknya banyak,” kata Suhriati, Rabu (14/11/2018).
Dirinya juga mengungkapkan, pihaknya telah melakukan kerjasama dengan Kabupaten Sidrap terkait kebutuhan telur di kabupaten Gowa.
“Kita memang menyuplai telur dari Sidrap. Hal ini dilakukan agar masyarakat Gowa terpenuhi kebutuhan telurnya di saat maulid,” katanya.
Terpisah Kabid Produksi dan Penyebaran Ternak Disnak Gowa, Muhammad Khairul Anwar mengatakan saat ini terdapat 500 ribu ekor ayam petelur di Gowa dan bisa menghasilkan 350 ribu butir perharinya.
“Kami telah melakukan pembinaan kepada 300 orang individu peternak telur di Gowa. Sementara 12 kelompok peternak juga kami lakukan pembinaan. Tentunya kita berharap produksi telur di Gowa dapat meningkat,” kata Khairul.
Sementara, Kepala Pasar Induk Minasamaupa Zainuddin Langke mengatakan, harga telur khususnya di Pasar Induk telah mengalami penurunan harga.
“Sebelumnya itu harga telur di pasar sekitar Rp 42.000. Alhamdulillah harganya sudah turun jadi Rp 35.000 ribu per rak. Harga turun karena produksi telur di Gowa cenderung meningkat,” katanya. (saribulan)
