MAKASSAR, BKM–Pekerjaan Tol Layang AP Petta Rani mulai mendapat sorotan dari pengguna jalan. Pasalnya, proyek tersebut tidak dilengkapi safety atau pengamanan bagi pengendara yang melintas. Selain pembatas jalan mudah roboh, pasir, tanah dan kerikil kecil juga berceceran di ruas jalan.
Risman salah seorang pengguna jalan kepada BKM, Selasa (13/11) mengatakan, dirinya memang sempat tergelincir saat melalui Jalan AP Petta Rani pada malam hari tepatnya di depan SPBU Pampang. Itupun setelah hujan mengguyur jalan tersebut.”Kondisi jalan sekarang ini agak licin, apalagi setelah hujan. Ban motor saya sempat tergelincir. Ini sangat berbahaya, termasuk pembatas jalan yang menggunakan seng, kami takut seng roboh jika angin kencang,” katanya.
Melihat kondisi tersebut, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar menyesalkan sikap dari penanggung jawab pembangunan tol layang yang kurang memperhatikan keselamatan pengguna jalan.
Anggota Komisi C Bidang Pembangunan DPRD Makassar, Susuman Halim mengatakan, penanggung jawab aktivitas pembangunan layang tol harus siap bertanggung jawab atas kejadian yang menimpa warga yang melintasi jalan sekitar proyek. Apalagi ditemukan tanah, pasir dan kerikil yang berserakan di jalan.
“Penanggung jawab pembangunan proyek harus berani bertanggung jawab. Tanah dan pasir-pasir dari proyek pembangunan harus dibersihkan jangan dibiarkan gitu saja berserakan di jalan. Dan memastikan seng-seng aman dan tidak mencelakakan pengendara. Termasuk bertanggungjawab terhadap korban yang terluka,” tegas Sugali sapaan akrab Susuman Halim, kemarin.
Sugali menambahkan, pihaknya meminta kontraktor harus serius memperhatikan keselamatan pengguna jalan, jangan lagi ada yang menjadi korban dari proyek tersebut.”Penanggung jawab tol layang jangan diam. Mereka harus bertanggung jawab ketika ada korban atas pembangunan ini,” sebutnya.
Sugali juga menambahkan, seharusnya, jika pipa PDAM sudah ditanam dan ditimbun pihak kontraktor segera dilakukan pengaspalan. Ini untuk menghidari jalan licin apalagi saat-saat musim penghujan.
Sementara itu, legislator Partai Golkar Sulsel, HA Kadir Halid juga mengaku prihatin jika pembangunan jalan Tol Layang di AP Petta Rani tidak diperhatikan secara serius keselamatan pengguna janal. Apalagi dalam kesemrawutan jalan yang rusak tersebut, terdapat material seperti tanah, pasir dan kerikil berserakan di jalan.”Kalau begitu kejadiannya, maka pelaksana pembangunan jalan tol harus tanggungjawab, termasuk korban kecelakaan tersebut,” ujar Kadir Halid yang juga Ketua Komisi E DPRD Sulsel ini, kemarin.
Menyikapi sorotan itu, kontraktor jalan tol layang berjanji untuk lebih waspada dan memperhatikan aspek keselamatan para pengguna jalan AP Petta Rani.
Saat ini, sepanjang jalan AP Petta Rani, khususnya yang masuk area pekerjaan Tol Layang ditutupi pembatas seng. Bukan hanya itu, beberapa titik juga ditutup karena menjadi lokasi penggalian pipa PDAM.
“Kami akan lebih waspada dan memperhatikan unsur keselamatan para pengguna jalan yang melintas di AP Petta Rani,” ungkap Project Jalan Tol Layang Petta Rani dari WIKA, Didi Rustadi.
Namun jelas Didi, ia tak ingin disalahkan sepenuhnya terhadap insiden yang terjadi Senin, Didi mengklarifikasi jika seng yang terlepas dan mengenai pengguna jalan bukan disebabkan karena angin. Namun ada orang yang tidak bertanggung jawab telah mencabut seng tersebut dari posisinya sehingga gampang terbawa angin.
“Saya tanya mereka yang bekerja sampai jam 3 dini hari, pososi seng pembatas tetap ditempatnya. Namun pagi harinya ada yang merusaknya,” kata Didi.
Dia pun menekankan tetap akan mewanti-wanti mereka untuk bekerja secara safety. Semua potensi bahaya yang bisa timbul, termasuk untuk para pekerja maupun pengguna jalan harus disingkirkan.
“Kami akan selalu membantu menjaga sisi safetynya. Supaya pekerjaan mereka aman terhadap pengguna jalan. Apalagi sekarang, cuaca kurang kondusif. Hujan mulai turun disertai angin kencang. Kami sudah sampaikan kepada pihak yang bekerja di lapangan. Ke depan pengawasan akan semakin diperketat,” pungkasnya.
Sehari sebelumnya, pembatas jalan di proyek Tol Layang di Jalan AP Petta Rani roboh dan mengenai seorang pengendara sepeda motor, Senin (12/11). Atas insiden tersebut, pengendara yang berprofesi sebagai wartawan Berita Kota Makassar mengalami luka di telapak tangan kirinya.(rhm-arf)
