Site icon Berita Kota Makassar

Ada Aroma Korupsi di Dermaga Paotere

MAKASSAR, BKM — Aroma korupsi terendus dari proyek pembangunan pelabuhan Kawasan Paotere, Kota Makassar. Indikasi kuat penyimpangan di lokasi ini tampak dari kondisi fisik pengerjaan yang terkesan asal-asalan.
Ketua Celebes Law and Transparancy (CLAT) Irvan Sabang, meminta kepada Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel untuk segera turun tangan mengusut dugaan penyimpangan pada proyek tersebut.
”Kondisinya saat ini sangat mengkhawatirkan dan memprihatinkan. Tampak proyek dikerja asal-asalan. Belum cukup setahun selesai dibangun, dermaganya kini nyaris rubuh,” ungkap Irvan Sabang, Rabu (14/11).
Menurut Irvan, selain berpotensi menimbulkan kerugian negara, kerusakan yang terjadi bisa juga berdampak pada masyarakat yang memanfaatkan fasilitas dermaga tersebut. Terutama para nelayan.
“Kalau kondisinya seperti itu, bisa saja dermaga jadi amblas lalu ambruk. Apalagi disitu lalulintas bongkar muat sangat padat,” bebernya.
Ditemui terpisah, Hamzah selaku Kepala Kawasan Pelabuhan Paotere sangat menyayangkan kualitas hasil pekerjaan proyek pengembangan fasilitas pelabuhan.
“Sejauh ini pihak OP (Otoritas Pelabuhan) belum menyerahkan penggunaannya ke pihak PT Pelindo,” ungkap Hamzah.
Dari pantauan BKM, proyek pembangunan dermaga di Pelabuhan Kawasan Paotere mengalami retak dan amblas selebar 20 hingga 30 cm. Bahkan lampu sonar pelabuhan juga tak dapat digunakan.
Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Sulsel Salahuddin, mengatakan hingga saat ini pihaknya belum menerima adanya laporan terkait proyek tersebut. Ia baru mengetahuinya setelah dikonfirmasi wartawan. (mat/rus)

Exit mobile version