Site icon Berita Kota Makassar

BMKG: Cuaca Ekstrem Empat Bulan ke Depan

MAKASSAR, BKM — Sulsel diperkirakan akan menghadapi cuaca ekstrem selama empat bulan ke depan. Hal itu disebabkan oleh dampak dari masa peralihan musim kemarau ke musim penghujan.
Kepala Bidang Data dan Informasi BMKG Daryatno, menyebut saat ini Sulsel dilanda fenomena hujan sporadis atau hujan lebat dengan durasi singkat disertai petir hebat dan angin kencang.
“Ini bisa mengakibatkan banjir bandang ataupun longsor. Beberapa daerah perlu diwaspadai,” ujarnya, Rabu (14/11).
BMKG memperingatkan warga yang beraktifitas di pegunungan agar lebih berhati-hati. Petir sebelum turun hujan, kata Daryatno, sangat berbahaya. Banjir bandang untuk daerah aliran sungai juga perlu diwaspadai.
“Kalau sudah bertanda gelap jangan lagi beraktifitas. Ada awan petir, puting beliung, angin kencang, lalu hujan. Itu tandanya,” tambahnya.
Daryatno memprediksi hujan sporadis melanda Sulsel hingga bulan Maret, tahun depan. Puncaknya di bulan Desember dan Januari. “Bulan Desember harus meningkatkan keamanan. Tingkat curah hujannya sudah di atas 100 milimeter per detik, dengan jangka 3 hingga 6 jam makanya rawan banjir bandang,” terangnya.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulsel Syamsibar, menambahkan Sulsel kini masuk dalam kondisi siaga darurat menghadapi cuaca ekstrem yang kini melanda.
“Untuk kondisi di Sulsel saat ini masuk siaga darurat. Kita bahu membahu dan tetap siaga” ujarnya.
Pihaknya, kata dia, telah mengingatkan kembali kepada semua instansi teknis terkait untuk menjaga semua kondisi yang ada di wilayahnya. Apalagi yang sudah dipetakan sangat rawan bencana.
Daerah yang rawan longsor, disebutkan daerah Luwu, Toraja Utara, Tana Toraja, Enrekang, Bone dan Gowa. Untuk banjir bandang ada di Soppeng, Sidrap, Wajo, Sinjai dan Bulukumba.
Maros, Pangkep, Takalar, Jeneponto, dan Selayar rawan puting beliung. Sementara Makassar, banjir genangan dan abrasi.
“Intinya, semua daerah perlu diwaspadai. Kita koordinasi dengan BPBD di setiap kabupaten/kota. Ada PMI yang siap memback-up,” tambahnya.
Kepala Badan Kantor SAR Kelas A Makassar Mustari, mengimbau kepada masyarakat untuk mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan terjadinya banjir dan longsor. Apalagi beberapa daerah yang kerap menjadi langganan banjir dan longsor setiap musim hujan tiba.
“Mengantisipasi risiko banjir dan tanah longsor, kami mengimbau kepada masyarakat untuk menyiapkan kesiapannya dalam menghadapi banjir. Khususnya wilayah yang sering terdampak banjir selama ini,” kata Mustari.
Selain banjir dan longsor, Mustari juga mengimbau masyarakat untuk mewaspadai pohon tumbang saat hujan.
Ia mengatakan, Basarnas akan menyiagakan pasukan untuk penanganan pohon tumbang, banjir, dan longsor agar proses pertolongan dilaksanakan secara cepat dan tepat.
“Bilamana ada masyarakat yang membutuhkan pertolongan dapat menghubungi 115, kami akan layani 24 jam dan bebas biaya,” tandasnya.
Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah, mengatakan dana tanggap darurat di Sulsel selama ini sangat sedikit, hanya Rp625 juta. Makanya, pascabencana pemerintah kalang kabut soal anggaran. Pemprov, kata Nurdin, sudah menganggarkan Rp20 miliar untuk dana darurat di APBD 2019.
“Kita tidak mau bergantung pada APBN. Karena anggarannya hanya untuk bencana berskala besar. Kita mau pascabencana pemprov langsung turun tangan,” ujar Nurdin.
Pemprov juga berharap, tahun depan pengadaan helikopter dan tambahan perahu karet bisa segera terealisasi. Jika peralatan lengkap, maka bantuan untuk daerah yang terkena gempa bisa segera terbantu. Ia mengupayakan perusahaan di Sulsel diminta untuk berkontribusi membantu. “Apa gunanya perusahaan besar masuk di sini kalau tidak bisa berkontribusi,” tandasnya. (rhm/rus)

Exit mobile version