MAKASSAR, BKM — Ada peristiwa mengharukan sesaat sebelum berlangsungnya wisuda sarjana dan ke-66 di Kampus Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Kamis (15/11). Dua tokoh penting Sulsel bertemu dalam satu frame.
Mereka adalah mantan gubernur Sulsel dua periode Syahrul Yasin Limpo, dan Gubernur Sulsel Prof Nurdin Abdullah. Ini adalah kali pertama mereka bersua setelah Nurdin Abdullah dilantik sebagai gubernur Sulsel.
Kehadiran Nurdin di acara wisuda itu sebagai tamu kehormatan. Sementara SYL sebagai dosen tetap Unismuh. Syahrul secara resmi memang didapuk menjadi dosen tetap Unismuh Makassar.
Lelaki yang saat ini maju sebagai calon anggota DPR RI dari Partai Nasdem itu diangkat sebagai dosen tetap persyarikatan pada Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik.
Pertemuan keduanya cukup mengharubiru. Di depan pintu masuk Balai Sidang Utama Unismuh Makassar, keduanya saling berangkulan dengan erat. Mereka seperti dua sahabat yang melepaskan rindu karena cukup lama tak bertemu.
Keakraban keduanya pun diabadikan berbagai pihak yang hadir di sana. Cukup lama mereka berpelukan erat, diiringi tepuk tangan orang-orang yang berada di sekelilingnya.
Merekapun melangkah masuk ke gedung tempat ribuan alumni Unismuh diwisuda.
Saat berdiri di podium memberi sambutan, Nurdin langsung memuji kepemimpinan Syahrul selama satu dekade.
Katanya, dengan dedikasi Syahrul, Sulsel menjadi provinsi yang besar dan ternama. Selama menjabat, gubernur dua periode itu berhasil memberi dasar pembangunan untuk Sulsel.
“Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai para pendahulunya. Dalam wisuda hari ini hadir tokoh yang telah membawa kemajuan besar di Sulsel, yaitu bapak Doktor Syahrul Yasin Limpo. Beliau telah meletakkan dasar yang kuat di Sulsel, dan kita bangga bahwa Sulsel adalah provinsi terbaik,” kata Nurdin disambut applaus mereka yang hadir.
Dia melanjutkan, Syahrul telah mengabdikan diri bukan hanya untuk Sulsel, namun Indonesia. Dengan dasar yang kuat itu, sebagai gubernur baru, dirinya akan melanjutkan pembangunan yang ada.
“Memang dalam sebuah kepemimpinan tidak semua bisa diselesaikan, karena ada masa jabatan. Kalau mau melihat Indonesia maju maka pembangunan harus berkesinambungan,” sebutnya.
Ketua Badan Pembina Harian Unismuh Makassar Syaiful Saleh mengatakan, SYL merupakan sosok yang pantas secara akademik untuk mengabdi di Unismuh Makassar. Apalagi mantan gubernur itu merupakan bagian keluarga besar Muhammadiyah.
Menurut Syaiful, dengan kapasitas SYL, nantinya alumnus Fakultas Hukum Unhas itu digadang-gadang menjadi guru besar di Unismuh. “Beliau bersedia saat kami meminta jadi dosen tetap. Saya berharap dengan beliau masuk di sini, nantinya akan menjadi guru besar Unismuh,” tandasnya.
Dikonfirmasi melalui sambungan WhatApp, SYL mengakui telah menjadi bagian Muhammadiyah sejak lama. Bahkan ia lahir dari keluarga Muhammadiyah, dan ibunya Nurhayati Yasin Limpo merupakan bagian Aisyiyah.
“Saya keluarga Muhammadiyah di Sulsel. Ibu saya aisyayah,” kata SYL.
Selain itu, pilihannya untuk menjadi dosen tetap di Unismuh karena hobi dan telah lama diberi tawaran. Meski demikian, mantan bupati Gowa itu juga mengajar di Fakultas Hukum Unhas.
“Unismuh sudah lama menawarkan saya, dan mengajar adalah hobi paling menyenangkan buat saya. Sayang kalau ilmu saya tidak diturunkan,” pungkasnya.
Rektor Unismuh Prof Rahman Rahim, mengaku pengangkatan SYL sebagai dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik sudah diusulkan jauh-jauh hari. Hanya saja, pengangkatan resmi itu baru dilakukan bertepatan wisuda yang digelar kemarin.
Menurut Rahman Rahim, pengangkatan SYL sebagai dosen tetap atas pertimbangan akademik kampus. Dia dinilai banyak memberi sumbangsih pada dua periode kepemimpinannya selaku gubernur. Sehingga bisa memberikan pengajaran bagi mahasiswa Unismuh agar kelak bisa seperti sosok SYL.
“Sudah lama memang kita usulkan. Hanya saja persetujuan dan SK resminya baru kita serahkan,” ucap Rahman. (rhm-ita/rus)
Di Depan Pintu Masuk Mereka Erat Berpelukan
