Site icon Berita Kota Makassar

KPU Gunakan Kabel Tis Untuk Pengaman Kotak Suara

MAKASSAR, BKM–Pemilihan presiden (pilpres) dan pemilihan calon anggota legislatif (pileg) sisa lima bulan lagi, sehingga Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulsel terus melakukan persiapan yang matang.
KPU Sulsel bahkan telah menyepakati jika pengaman kotak suara untuk pileg dan pilpres nantinya, tidak lagi menggunakan gembok tapi digati dengan kabel tis. “Kita sudah sepakati, jika pengadaan kelengkapan TPS yang diadakan kabupaten kota, 20 jenis, dan kita sepakat tidak ada gembok. Kita kabel tis,” kata Komisioner Divisi Logistik KPU Sulsel, Syarifuddin Jurdi, Kamis (15/11).
Menurut Syarifuddin jurdi yang juga Dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Makassar ini, pihaknya menyebutkan jika pengadaan kabel tis lebih praktis ketimbang, menggunakan kunci. Dimana nantinya kabel tis tersebut saat di TPS digunting, begitupula setelah perhitungan suara dan akan dikirim ke Kecamatan untuk direkap dipasang lagi. “Kalau pake gembok tidak ada tempat kuncinya, kita mengarahkan lebih praktis kabel tis,” sebutnya.
Dengan menggunakan kabel tis ini anggaran Pileg dan Pilres tidak begitu banyak. karena dari 20 jenis kelengakapan pemilu diadakan oleh KPU kabupaten kota, hitung-hitungan Syarifuddin Jurdi tidak akan mencapai Rp 200 juta. “Melihat anggaran, penujukan langsung karena tidak cukup 200 juta, kecuali Makassar, Gowa, bone pontesi besar ada lelang,” sebutnya.
Disinggung untuk keamanan, yang nantinya kabel tis tersebut akan menyerupai kabel tis yang ada dipasaran. Syarifuddin Jurdi mengatakan nantinya kabel tis tersebut memiliki warna khusus yang tidak ada dipasaran.
Terpisah, komisioner Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu) Sulsel, Saiful Jihad menuturkan KPU yang tidak menggunakan gembok dan menggantikan kabel tis, itu adalah hak mereka yang penting seluruh suara dalam Pileg dan Pilperes tersebut aman. “Itu kewenangan KPU. Kami tidak pada posisi mengomentari itu. Yang menjadi harapan kita, kota suara itu dijamin aman dan tidak menimbulkan masalah saat pemungutan suara, sehingga jaminan keamanan dari surat suara yang dimasukkan ke dalam kota tersebut tidan bermasalah, tidak rusak, tidak bisa dimanipulasi,”ujar Saiful Jihad. (rif)

Exit mobile version