MAKASSAR, BKM — Sebagai bentuk-bentuk kerja pengawalan pesta demokrasi 2019 mendatang. Satuan Pemuda dan Mahasiswa (Sapma) Pancasila kota Makasaar berfokus menyadarkan kaum millenial untuk turut memilih pada Pemilihan Umum (Pemilu) nantinya.
Sebab mereka menduga pada pemilu 2019 mendatang, jumlah pemilih kaum millenial akan menurun sejalan dengan banyaknya informasi Hoaks yang menyebabkan ketidak percayaan Pemuda pemudi di pemilu mendatang.
Oleh sebab itu, Pemuda Pancasila Kota Makassar menggelar Dialog Publik dan Deklarasi Damai Oemilu Serentak 2019 dengan tema “Pemuda Cerdas, Negara Berdaulat” di Waekop Dottoro Jalan Boulevard, Jumat (16/11).
Guna menduskusikan hal tersebut, Sapma Makassar mengundang beberaap orang dari KPU Sulsel yang diwakili Asrar Marlang, Bawaslu yang diwakili Zulfikarnaen, Ketua KNPI Irman Eka Saputra, dan Arman Mannahawu Pengamat Politik.
Ketua KNPI Sulsel, Imran Eka Saputra mengatakan momen Pemilu 2019 yanh digelar serentak nantinya, seharusnya berbagai pihak sudah semestinya bekerja untuk menyadarkan para pemilih muda atau milenial akan arti penting partisipasinya dalam kontestasi politik Indonesia.
Sebab, partisipasinya dibutuhkan untuk membangun Pemilu yang sehat demi pembangunan negara.
“Pemilih milenial harus disadarkan bahwa partisipasinya dia di konstestasi demokrasi ini sangat dibutuhkan untuk pembangunan bangsa dan negara ini. Makanya kita dorong kaum pemuda saat ini harus melawam hoaks itu dari dirinya, sebab hoaks menyebar karena pelakunya ada diri kita sendiri,” ungkapnya.
“Jangan sampai pemilih milenial yang cukup signifikan jumlahnya ini tidak datang ke TPS karena menganggap tidak memiliki dampak secara langsung buat mereka,” tambahnya.
Untuk itu, berbagai pihak perlu mempelajari trik dan strategi guna mengajak pemilih millenial berpartisipasi pada ajang Pemilu 2019 ini. Karena partisipasinya sangat dibutuhkan, karena jumlahnyapun diketahui lebih besar, diluar dari jumlah pemilih ibu rumah tangga.
“Akan sangat repot bagi kalangan tertentu kalau tidak mengetahui trik masuk ke dunia pemilih milenial ini, karena kita tahu jumlahnya itu sangat besar, diluar kaum perempuan utamanya ibu-ibunya. Kita harus tau untuk meningkatkan itu caranya yang paling efektif saat ini menggunakan medsos,” bebernya.
Sementara Ketua Pemuda Pancasila Makassar, Hasrul Kaharuddin sengaja memanggil pemuda dan mahasiswa pancasila dalam gelaran ini untuk mengajak para pemuda untuk berpartisipasi dalam Pemilu 2019 ini.
Walaupun secara harfiah pemuda Sapma Makassae sudah mengetahui dan dipastikan akan menjadi pemilih sekaligus pengawal pesta demokrasi 2019.
“Makanya kami dari PP Makassar mengadakan kegiatan yang sesuai tema Pemida Cerdas dan Berdaulat. Kami mengambil tema itu karena kita menganggap pemuda khususnya di Makassar perlu mengambil andil di Pemilu ini. Dalam arti mengamankan dan menyukseskan Pemilu,” jelasnya. (Ita)
