MAKASSAR, BKM– Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Selatan mencatat, nilai ekspor yang dikirim melalui pelabuhan Sulawesi Selatan pada bulan Oktober 2018 mencapai US 101,52 Juta dollar, angka ini lebih meningkat jika dibanding pada bulan lalu yang baru berkisar US 93,80 juta dollar.
“Di bulan oktober kemarin jumlah ekspor kita ada peningkatan. Nah angka ini mengalami peningkatan sebesar 8,24 persen bila dibandingkan nilai ekspor bulan September 2018 yang mencapai US 93,80 Juta,” ungkap Kepala Bidang Statistik Distribusi Sulsel, Akmal, Kamis (15/11).
Lanjut Akmal bahwa, barang ekspor yang dikirim melalui pelabuhan sulsel jauh lebih besar dibanding tahun lalu. Bahkan peningkatan ini juga akan sejalan peningkatannya naik hingga akhir tahun. Selaras dengan itu, capaian Oktober 2018 tercatat mengalami peningkatan sebesar 26,84 persen dari kondisi bulan yang sama tahun sebelumnya yang mencapai US 80,04 juta dollar.
Tidak lain, peningkatan ini didominasi dengan lima komoditas utama yang diekspor pada bulan Oktober 2018 yaitu nikel biji bijian berminyak dan tanaman obat; kayu dan barang dari kayu; garam, belerang dan kapur serta kakao/coklat dengan distribusi persentase masing-masing sebesar 60,95 persen, 9,65 persen, 5,35 persen, 5,27 persen dan 4,98 persen,”bebernya.
“Ada juga ekspor kita yang menurun seperti ampas, ikan, udang dan hewan tak bertulang dan nikel. Inilah komoditas yang akan kita dorong di bulan depan sehingga peningkatan ini juah lebih tingi lagi,” ucapnya.
Adapun negara tujuan ekspor pada bulan Oktober 2018 ini ditujukan ke Jepang, Tiongkok, Amerika Serikat dan Malaysia. Sedangkan komiditi yang di impor melalui pelabuhan di Sulsel mengalami penurunan sebesar 12,99 persen.
“Kebalikan jika komitas di eskpor meningkat maka di Impor yang menurun. Karena sebagian besar barang Impor datang dari negara, singapura, tiongkok, argentina, dam australia, beda dengan eskpor,” katanya. (ita)
Ekspor Sulsel Naik Ketimbang Impor
