Site icon Berita Kota Makassar

Keluarga Wagub Tidur dalam Mobil

WAKIL Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman merasakan dampak terjadinya listrik padam total (black out). Orang nomor dua Sulsel ini terpaksa mengungsikan anaknya ke dalam mobil yang mesin dan AC-nya dinyalakan selama listrik mati. Saat itu, wagub menginap di rumah mertuanya di bilangan Jalan Rappocini.
“Saya dengan tiga anak, istri, dan tante sampai tidur di mobil pribadi saya, mobil Jazz,” kata Andi Sudirman, Jumat (16/11). Hingga saat ini wagub memang belum tinggal di rumah jabatan, karena masih dalam tahap renovasi.
Andi Sudirman mengaku bertahan di mobil selama beberapa jam sampai lampu menyala kembali. Dia mengaku sudah menelpon GM PLN untuk cari tahu penyebab black out terjadi.
“Saya telepon GM-nya. Dia bilang memang masalah yang ada itu masih ditelusuri. Kemudian yang bisa dicover baru sebagian, tapi belum bisa dipulihkan keseluruhan,” terangnya.
Dia menekankan kepada PLN untuk segera menyelesaikan persoalan yang terjadi. Karena kalau listrik bermasalah, dampaknya sangat luas. Semua orang merasakannya.
“Saya minta segera mungkin ditangani. Ini dampaknya seperti efek domino. Khususnya kepada usaha-usaha,” tegasnya.
Pemadaman lampu juga terjadi di rumah jabatan gubernur Sulsel, Jalan Sungai Tangka. Namun, Gubernur Prof Nurdin Abdullah tidak terlalu merasakan dampak dari mati lampu. Karena dia harus bertolak ke NTT untuk menghadiri kegiatan Kerukunan Keluarga Sulsel di sana. Namun, pihak rumah tangga pimpinan harus menyiapkan sekitar 200 liter solar untuk menjalankan genset yang ada di sana agar suplai listrik tetap mengalir.
Menurut Kasubag Rumah Tangga Pimpinan M Doddy Rahmat, selama listrik padam, genset dengan kapasitas daya cukup besar tak berhenti dioperasikan.
“Apalagi di Taman Lakipadada, Kamis malam, Ibu Gubernur menerima tamu. Jadi kami harus selalu stand by menjaga jangan sampai genset bersoal,” kata Doddy, kemarin.
Dia mengaku cukup kesulitan pada saat akan membeli solar guna mengoperasikan genset. “Karena jarang SPBU yang mau dibeli solarnya pakai jerigen,” jelasnya.
Listrik baru berfungsi normal di rumah jabatan gubernur sekitar pukul 05.00 subuh.

Farouk Cari Solar

Ketua DPRD Kota Makassar Farouk M Betta juga dibuat repot dengan padamnya listrik. Semua aktivitas dan kegiatannya terbatas. Tak seperti hari-hari biasanya. Bahkan terganggu. Tak banyak yang bisa dilakukan.
Meski di rumah jabatannya (rujab) tersedia genset yang bisa dimanfaatkan saat pasokan listrik PLN terganggu, namun tetap saja kegiatan-kegiatannya terbatas.
“Saat terjadi pemadaman listrik, saya sedang di rumah jabatan. Genset ada, tapi tetap terbatas. Malahan, tengah malam saya harus keluar beli solar di SPBU. Karena solar di tanki genset sudah hampir habis,” ungkap Farouk, Jumat (16/11).
Berkaca pada terulangnya kembali lampu padam secara total, Farouk meminta kepada PLN untuk menjadikannya sebagai fokus perhatian. Sebab sangat meresahkan masyarakat. Apalagi, black out seperti ini hampir setiap tahun terjadi.

Pakai Lampu Mobil

Seorang warga Makassar bernama Dija juga resah dengan padamnya listrik. ”Pulang dari kantor, sampai kos lampu belum juga menyala. Akhirnya putuskan jalan-jalan ke mal. Sampai di mal, ternyata tutup. Listrik belum juga menyala, akhirnya cari hotel untuk menginap. Ternyata hotelnya juga penuh. Akhirnya, jam 1 malam terpaksa pulang ke kos,” cetusnya, kemarin.
Hal yang tak kalah unik dilakukan Najamuddin, warga Residen Alauddin. Saat lampu padam, dua orang buah hatinya mengeluhkan kepanasan dan gelap. Najamuddin pun menyiasatinya dengan menyalakan lampu mobil yang diarahkan ke dalam rumah.
”Takut pakai lilin. Jadi lampu mobil dinyalakan sampai anak-anak tertidur di ruang tamu. Akibatnya, pagi-pagi mobil tidak bisa bunyi karena akinya ngadat,” ungkap Najamuddin.
Berbeda dengan Santi. Ibu rumah tangga ini tetap menjalankan aktifitasnya saat mati lampu. Nyalakan lilin sembari memasak makan malam
“Gelap gelapan pakai lilin. Aktifitas sebagai ibu rumah tangga tetap dijalankan,” kata Santi. (arf-jun-rhm/rus)

Exit mobile version