Site icon Berita Kota Makassar

Berharap Buka Toko Untuk Ibunya di Kampung

MUNGKIN kita sering menjumpai koperasi yang ada di berbagai sekolah di Kota Makassar. Mereka menjual berbagai kebutuhan pokok untuk para murid dan guru-guru. Tumbuhnya koperasi tak lepas peran dari siapa yang menjaga dan mengelolannya, seperti halnya yang dilakoni Ratna di SMA Cokroamonoto, Makassar.

Laporan: ARDHITA ANGGRAENI

Wanita berumur 25 tahun ini kesehariannya menyuplai dan melayani para murid dan siswa yang ada di sekolah tersebut. Seperti melayani pembelian barang yakni alat tulis, seragam sekolah, makanan, dan banyak lainnya.
“Saya hanya tinggal menunggu siswa atau guru yang datang dan melayaninya, juga mencatat penjualan tersebut secara terperinci dan akurat untuk dilaporkan. Saya pulang kalau sudah pulang juga siswa, sama ji juga masuknya,” ungkapnya saat ditemui penulis di tempat kerjanya, Senin (19/11).
Ratna begitu sapaan akrabnya memulai aktivitasnya pukul 07.30 pagi hingga pukul 14.00 siang. Ada banyak tugas yang ia lakukan sehari-hari, mulai dari belanja barang-barang, pencatatan penjualan, dan banyak kegiatan lainnya yang ia lakukan dengan sendiri.
“Saya cuma sendiri, mulai belanja, catat dan menjual. Biasanya kalau belanja hanya beberapa saja, karena sebagian ada distributor barang yang datang kesini. Mereka titip barang yang akan dijual di koperasi, nanti keuntungan bagi hasil,” katanya.
Selain itu, Ratna mengakui jika ia bekerja sebagai penjaga koperasi di sekolah sudah ditekuni sejak 8 tahun lama. Sebagai anak pertama dari tiga bersaudara, Ratna mengakui jika yang paling penting dalam menjaga koperasi adalah sikap ramah yang harus selalu ditunjukkan kepada konsumen, meskipun terkadang ada konsumen yang bersikap kurang ramah dan cerewet menanyakan hampir semua harga barang.
“Kurang lebih jalan 8 tahun saya menjaga koperasi. Banyak watak berbeda dari siswa dan murid, tetapi saya tetap melayani dengan baik sesuai prinsip koperasi yaitu melayani dengan ramah. Karena banyak permintaan makanan atau kebutuhan yang harus ada,” ujarnya.
Tapi itu semua menurut Ratna, wajar karena karakteristik orang yang satu dengan yang lain banyak yang berbeda.”Tidak apa, karena saya juga banyak belajar kerja disini. Biar tidak seberapa yang penting pekerjaan itu dikerjakan dengan suasana nyaman dan senang. Kecil seberapa pun itu, dan seberat apapun itu pasti enak dikerjakannya,” tambahnya.
Sebelum pulang menjaga koperasi, semua pembukuan dan jumlah barang yang dicatat Ratna, harus sesuai dan koperasi sudah harus rapi kembali. Barulah pekerjaan menjaga koperasi sudah selesai. Ratna juga berharap jika suatu saat, ia bisa membuka toko atau koperasi sendiri untuk ibundanya yang berada di kampung.
“Harapannya cuma mau membuat toko untuk ibu saya di kampung, yah semoga saja bisa terwujud. Karena itu, ada sisipan dari bagi hasil saya simpan, gaji saya juga saya sisipkan untuk orang tua di Takalar,” tutupnya. (Ita)

Exit mobile version