GOWA, BKM — Musibah menimpa dua pasang keluarga di Dusun Bontobila, Desa Julubori, Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa.
Dua pasangan keluarga masing-masing Dedy Haryanto dan Mirwani Dg Mayang serta Haeruddin Dg Ngoyo dan Dg Singara harus mengikhlaskan anaknya masing-masing yang ditemukan tewas di saluran irigasi primer daerah irigasi Kampili, Dusun Bontobila, Desa Julubori tersebut.
Kedua bocah berusia 5 tahun itu masing-masing Nurjannah putri dari Dedy Haryanto-Mirwani Dg Mayang serta Haerul alias Lelung putra Haeruddin Dg Ngoyo-Dg Singara tewas setelah ditemukan tenggelam di saluran irigasi yang berjarak 300 meter dari rumah mereka.
Tewasnya kedua bocah ini spontan membuat histeris kedua orangtua mereka. Rumah orangtua kedua korban berjarak 50 meter.
Camat Pallangga, Muh Taufik yang dikonfirmasi mengatakan, kedua bocah tersebut oleh warga setempat yang melihatnya tengah bermain-main di sekitar lokasi pembuatan batu merah yang tak jauh dari saluran irigasi tersebut.
“Awalnya menurut warga yang melihat keberadaan dua bocah ini sedang bermain di sekitar lokasi kejadian. Kedua bocah itu juga bermain sepeda dan memarkir sepedanya di sebuah batang pohon di dekat irigasi. Oleh seorang warga bernama Dg Ngalle, anak itu dikabarkan memang bermain di sekitaran irigasi,” jelas camat yang menerima informasi kejadian ini dari warganya dan langsung mengecek ke lokasi.
Setelah kedua bocah ditemukan tewas, orangtua kedua bocah itu pun berusaha melarikan anaknya ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun sayang, diduga kedua bocah telah tewas sebelum mendapatkan tindakan medis. Kasus ini langsung ditangani jajaran Polsek Pallangga untuk menyelidiki penyebab kedua bocah tewas di irigasi tersebut.
Berdasarkan keterangan Dg Ngalle, yang mendapati kedua bocah bermain dekat pembuatan batu merah menjelaskan jika awal kejafian sekitar pukul 11.30 Wita, Kamis (22/11/2018) baik bocah Nurjannah dan bocah Lelung dilihatnya sedang mandi-mandi di lokasi pembuatan batu merah sehabis hujan deras.
Saat itu Dg Ngalle mengaku sempat menegur kedua bocah dan menyuruh kembali ke rumahnya masing-masing sebab baik Nurjannah maupun Lelung dalam kondisi kotor kena lumpur.
Menurut Dg Ngalle, saat menegur kedua bocah itu sempat meninggalkan lokasi. Dg Ngalle pun melanjutkan perjalanannya dengan mengira kedua bocah itu sudah pulang ke rumah masing-masing.
Dg Ngalle mengaku tidak tahu lagi jika kedua bocah itu ternyata balik lagi ke lokasi pembuatan batu merah hingga akhirnya kedua bocah malang itu ditemukan mengapung di permukaan air irigasi setelah mulai dicari-cari jejaknya oleh orangtuanya sekitar pukul 14.00 Wita.
Kedua bocah baru ditemukan sekitar pukul 15.30 Wita sesaat setelah sepeda yang digunakan disimpan di pohon mangga pinggir irigasi.
“Kedua korban ditemukan sekitar 20 meter dari tangga tanggul irigasi. Korban Jannah dan Lelung ditemukan oleh ayah dan kakeknya sekitar pukul 15.45 Wita,” jelas Taufik. (saribulan)
