Site icon Berita Kota Makassar

Meninggal saat Digerebek, Pelakunya Misterius

SIDRAP, BKM — Seorang warga Desa Allakuang, Kecamatan Maritengngae, Kabupaten Sidrap meninggal dunia ketika rumahnya digerebek. Namun, siapa orang yang datang ke kediamannya, masih misterius hingga saat ini. Pihak keluarga pun masih terus bertanya-tanya.
Sebelumnya, pada Selasa (20/11) pukul 22.45 Wita, rumah H Sabri (35) di Desa Allakuang didatangi sekelompok orang. Mereka yang berjumlah enam orang berlagak seperti layaknya petugas. Penggeledahan pun dilakukannya di dalam rumah.
Hal yang disesali keluarga almarhum H Sabri, karena oknum tersebut tak memperlihatkan surat tugas perintah penggeledahan maupun penangkapan. Bahkan langsung menghardik warga yang menjadi sasaran penggrebekan.
Kapolres Sidrap AKBP Ade Indrawan dengan tegas mengatakan, bahwa bukan anggotanya yang melakukan penggerebekan. Karenanya, dia berjanji akan menindaklanjuti insiden tersebut.
“Kita akan usut tuntas kejadian itu. Proses pendalaman dan penyelidikan oleh anggota kami sedang berlangsung saat ini,” ujar Ade, Rabu (21/11).
Dalam penggerebekan tersebut, Ade memastikan tidak ada keterlibatan anggotanya. ”Itu kesimpulan untuk sementara. Yang jelas, kasus ini kita selidiki,” tandas Ade.
Agar peristiwa serupa tak terulang kembali, Ade meminta masyarakat untuk bertanya tentang asal usul mereka yang datang dan melakukan penggerebekan.
“Masyarakat punya hak dan wajib bertanya mengenai surat tugas dan perintah penggerebekan. Karena SOPnya, petugas turun ke lapangan menangkap atau melakukan pengembangan itu dilengkapi surat tugas. Kalau tidak ada, maka warga berhak menolaknya,” tegas Kapolres.
Ade menyatakan ikut berkabung dan turut berbelasungkawa atas meninggalnya Haji Sabri dalam insiden tersebut.
“Tidak ada yang tahu ajal sesoerang kecuali Tuhan. Saya atas nama pimpinan dan pribadi turut berduka cita sedalam-dalamnya,” ucap Ade Indrawan.
Pihak kepolisian dari Polres Sidrap dan Polsek Maritengngae, sebut Ade, telah menemui keluarga H Sabri di kediamannya pada malam itu juga.
Saat peristiwa penggerebekan berlangsung, H Sabri bersama tiga orang keluarganya tengah duduk bercanda di teras depan rumahnya. Mereka berempat duduk-duduk hingga 21.55 Wita.
Tiba-tiba, pukul 22.45 Wita, sebanyak enam orang berpakaian preman mendatangi rumah H Sabri. Merasa tidak ada yang salah, warga yang digerebek ini tidak melarikan diri.
Beberapa dari mereka yang datang itu, kemudian masuk ke dalam rumah menggeladah seluruh kamar. Sambil memegang sesuatu yang mirip senjata api, oknum mengaku petugas ini menanyakan target yang bernama Lantaming, Yaya dan Laonggo.
“Siapa yang bernama Lantaming di sini,” tanya salah satu di antara mereka, seperti ditirukan saksi Amiruddin alias Lodding.
H Sabri sembari gemetar menunjuk lelaki di depannya yang bernama Lantaming alias Paccie. Oknum ini kemudian menggeledah Lantaming. Ia lalu dibawa menjauh dari rumah tersebut.
Tiba-tiba H Sabri merasa sesak nafas sembari memegang dadanya. Dibantu saksi, korban diantar masuk ke dalam dan buang air kecil. Beberapa saat kemudian korban jatuh pingsan. Tidak lama berselang Sabri mengembuskan nafas terakhirnya.
Istri dan keluarga Sabri berteriak histeris. Mereka tak menyangka Sabri meninggal dunia.
Mengetahui peristiwa ini, oknum yang berlagak petugas ini melepaskan Lantaming. Mereka lalu pergi setelah disampaikan jika pemilik rumah yang digerebek meninggal dunia.
Beberapa warga yang dikonfirmasi, mengaku tidak mengetahui mereka yang mengaku sebagai petugas tersebut.
Pengakuan Lakeda, tidak ada yang ia kenali sama sekali. Begitu juga dengan tetangga H Sabri yang sempat melihat petugas itu datang menggerebek.
“Kemungkinan mereka bukan petugas dari Polres Sidrap, karena saya kenal betul petugas dari polres maupun polsek,” tutur Lantaming dibenarkan tetangga lainnya.
Masih keterangan para saksi, oknum petugas ini menggunakan kendaraan roda empat berjumlah tiga unit. Satu di antaranya mirip sedan dan dua lainnya Toyota Rush.
“Ada satu orang pakai bahasa Bugis dan lainnya menggunakan bahasa Indonesia. Ada juga pakai masker wajah dan satu orang postur tubuh tinggi dan rambut ikal,” papar La Kuddi, saksi lainnya yang tak luput ikut digeledah.
Diduga kuat para oknum ini dari unit narkoba. Karena cara penggerebekan dan menggeledahnya mirip mencari barang sabu-sabu. Bukan pelaku sobis.
“Saya perkirakan begitu. Karena bantal, rokok yang masih tersegel ikut dibuka dan dihambur,” aku Laodding.
Pihak keluarga memperkirakan, H Sabri meninggal dunia karena kaget. Apalagi korban punya riwayat penyakit jantung.
“Korban sempat bilang ke saya. Katanya sakit dadanya. Jantungnya juga sakit. Kaget ada polisi datang gerebek,” ujar Laodding menirukan ucapan korban sebelum meninggal.
Sesaat setelah kejadian, semua unit Satuan Polres Sidrap langsung turun ke lokasi untuk investigasi kasus ini. Petugas yang tiba di lokasi berasal dari Satuan Reskrim, Intelkam, Sabhara dan Polsek Maritengngae.
Tampak Kasat Intelkam AKP Robi A Mannaungi, Kasat Sabhara Iptu Muh Irzal, dan Kapolsek Maritengngae Iptu Hj Rosnawati. (ady/rus/b)

Exit mobile version