MAKASSAR, BKM — Pemerintah Provinsi Sulsel menggagas wadah untuk melahirkan generasi muda unggul yang mandiri, kreatif, dan mampu bersaing baik secara lokal, nasional, maupun internasional.
Untuk keperluan itu, beberapa tim kreatif yang masuk dalam Tim Percepatan Pembangunan Daerah (TP2D) mengajak Kepala Dinas Koperasi dan UKM Sulsel, Malik Faisal berkunjung ke beberapa daerah yang menyiapkan sarana dan fasilitas bagi anak mudanya untuk berkarya. Tim kreatif yang ikut dalam kunjungan itu adalah Nikita Andi Lolo dan Sulham Arif.
Dua daerah yany dipilih adalah Jakarta dan Bandung. Mereka mengunjungi Jakarta Creative Hub dan Bandung Crative Hub.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM, Malik Faisal mengatakan, kedua lokasi itu dipilih karena mampu merepresentasikan kebutuhan kreatif generasi muda jaman now.
“Kita akan membangun dan memperbaiki generasi sekarang yang kita anggap belum mampu bersaing dengan pelaku UKM secara internasional. Kita butuh generasi yang punya kreativitas. Caranya, dengan menyiapkan wadah, sarana dan fasilitas bagi mereka,” ungkap Malik melalui sambungan telepon, Kamis (22/11).
Dia melanjutkan, di Jakarta Creative Hub, anak muda lebih fokus diarahkan pada kegiatan soft skill pertukangan, menjahot, photo studio. Sementara di Bandung, lebih ke seni seperti animasi, film pendek, kerajinan membatik, dan lainnya. Kedua sarana itu juga memiliki teater studio yang bisa menampung anak muda hingga 180-an orang.
Malik mengatakan, Sulsel juga berencana untuk menyiapkan sarana dan fasilitas untuk anak muda mengembangkan kreatifitasnya. Senada dengan dua lokasi yang dikunjungi, di sini akan dibuat South Sulawesi Creative Hub. Lokasinya akan ditempatkan di Celebes Convention Centre. Untuk membangun fasilitasnya, Dinas Koperasi dan UKM mengusulkan anggaran sebesar Rp2 miliar di APBD 2019 mendatang.
Angka itu, menurut Malik jauh lebih kecil dibanding yang dipersiapkan Jawa Barat sebesar Rp54 miliar.
“Kita optimis, apa yang digagas nanti tidak kalah dengan yang ada di Bandung dan Jakarta,” jelasnya.
Sejumlah sarana yang akan disiapkan nantinya seperti studio untuk pembuatan film-film pendek, studio untuk mengasah kreatifitas mengolah produk lokal, dan masih banyak lagi.
“Kita punya ciri khas yang beda dengan di tempat lain. Ada kearifan lokal yang akan ditonjolkan,” jelasnya.
Dia berharap, dalam kurun 15 tahun ke depan, anak muda Sulsel sudah bisa bersaing secara global.
“Jadi kita siapkan sarana untuk mereka berkarya dari sekarang. Kita berharap ke depan akan lahir Jack Ma baru dari daerah ini,” pungkasnya. (rhm)
Siapkan Rp2 M untuk Anak Muda Kreatif
