Site icon Berita Kota Makassar

Investor Lirik Sampah Makassar

MAKASSAR, BKM–Ternyata sampah tidak hanya dilihat dari sisi negatif karena berbau dan kotor. Ternyata sampah juga bisa menghasilkan uang melalui kerjasama negara asing.
Bahkan kerjasama tersebut lebih mempertegas status Smart City yang telah diberikan kepada Makassar.

Kepala Sub Bagian Kerjasama Antar Daerah dan Lembaga Setda Kota Makassar, Najiran Syamsuddin membenarkan, salah satu sektor yang banyak menarik investor ke Makassar adalah pengeloaan sampah. Menurut Najiran, pengeloaan bank sampah yang berkelanjutan di Makassar diminati beberapa negara seperti Korea Selatan, Swedia, Spanyol, Denmark da Australia.
“Mereka tertarik dengan konsep bank sampah yang diterapkan pemerintah. Sebagaimana kita tahu bank sampah ini tidak berhenti pada launching program semata, namun program ini berkelanjutan dan mendapat dukungan penuh dari semua stekholder yang ada mulai dari legislatifnya, yukikatif dan eksekutifnya, terutama masyarakatnya itu sendiri,” kata Najiran.
Najiran menambahkan, diantara negara-begara yang melakukan penjajakan kerjasama pengelolaan sampah dengan Makassar, Pemerintah Kota Makassar cenderung tertarik dengan konsep waste to energy.
Najiran menyebutkan salah satu negara yang tertarik dalam pengolahan sampah menjadi waste to energy adalah Swedia. Ia mengatakan beberapa waktu lalu pihak kamar dagang Swedia membawa beberapa peneliti untuk melakukan diskusi dengan Walikota Makassar terkait pengolahan sampah yang tepat di Makassar.
“Pihak Swedia menawarkan investasi di Makassar, rencananya kerjasama terkait dengan pengolahan sampah menjadi energi listrik, bagusnya sebelum menawarkan proposal, mereka melakukan sharing terlebih dahulu, apa yang menjadi kebutuhan Makassar sesuai dengan visi-misi pemerintahan saat ini,” kata Najiran.
Meski peluang kerjasama terbuka lebar, pemerintah kota Makassar tidak serta merta melakukan penandatanganan kesepakatan kerjasama. Kerjasama Swedia-Makassar kata Najiran harus mendapat persetujuan dari Kementerian Dalam Negeri sebelum Swesia memulai investasi di Makassar.
“Setelah mendapat persetujuan dari Kemendagri baru kerjasama kita jalankan. Tapi saya lihat dari beberapa negara yang telah menawarkan kerjasama mengenai waste to energy, cara yang dilakukan Swedia kami anggap tepat untuk pengolahan sampah menjadi energi. Makassar ini sangat strategis untuk investasi karena berada di pusat Indonesia Timur, tali untuk menanamkan uangnya di Makassar banyak prosedur yang harus dilalui, harus ada persetujuan pemerintah lusat,” ucap Najiran.(nug/war/c)

Exit mobile version