BANYAK jalan menuju Roma. Banyak cara. yang bisa dilakukan jika ini menebar kebaikan antarsesama. Dengan memberi bantuan secara langsung kepada orang yang membutuhkan, atau dengan melakukan penggalangan dana.
Laporan: RAHMA AMRI
Komunitas Berbagi Sesama tampaknya menggunakan dua cara itu untuk menjalankan misinya untuk meringankan beban orang-orang yang membutuhkan.
Penggalangan dana dilakukan salah satunya dengan menjual produk bekas layak pakai yang merupakan sumbangan dari orang-orang yang peduli. Namun, komunitas ini tak segan untuk terjun langsung menolong orang-orang yang terkena musibah.
Mismayal Khaerat mengatakan, seperti yang dilkukan belum lama ini saat ada kebakaran yang terjadi di sebuah wilayah. Mereka secara sukarela mengumpulkan bantuan dan terjun langsung ke lokasi kebakaran.
Mereka juga real turun ke daerah memberikan bantuan jika memang diketahui ada yang membutuhkan.
“Seperti hari ini (kemarin), kami turun memberi bantuan ke orang terlantar di Kabupaten Maros. Ketika ada kejadian insidentil kami juga bergerak cepat,” ungkapnya.
Mereka juga kadang merangkul instansi terkait dalam melaksanakan aktifitas sosial. Seperti saat ada program mereka bedah rumah di Kabupaten Maros. Komunitas Berbagi Bersama menggandeng Dinas Sosial di daerah tersebut dalam menjalankan aksinya.
Hingga saat ini, jumlah anggota Komunitas Berbagi Bersama sudah mencapai 50 orang. Mereka berasal dari berbagao daerah yang punya passion sama, berjiwa sosial untuk bergerak membantu sesama bagi masyarakat yang membutuhkan.
Khusus untuk aksi penggalangan dana dari kegiatan Beri Beli di acara car free day, menurut Maya, keuntungan yang diperoleh diprioritaskan untuk orang yang tertimpa bencana. Seperti gempa Palu dan Lombok.
Maya menuturkan, sudah cukup banyak orang yang mengetahui program Beri Beli ini.
“Informasinya dari mulut ke mulut. Banyak yang datang memberi kontribusi dengan menyerahkan barang layak pakai untuk.dijual kembali,” jelasnya.
Namun hingga saat ini, yang paling banyak diperoleh berupa pakaian. Soal penentuan harga jualan, tambahnya, tidak ada patokan khusus. Mereka menjual sesuai dengan kelayakannya saja. Namun ada juga orang yang membeli produk Beri Beli yang melebihkan bayaran setelah mengetahui jika hasil penjualan produk untuk amal.(*)
