BARRU, BKM — Kontraktor pelaksana proyek pembangunan Menara Pemkab Barru, PT Bumi Perkasa Sidenreng tak melengkapi para pekerjanya sesuai standar operasional prosedur (SOP) keselamatan kerja.
Kondisi ini dinilai mengancam keselamatan jiwa para pekerja. Proyek pembangunan menara gedung berlantai delapan rawan terjadi kecelakaan.
Para pekerja konstruksi dari Tower Pemkab Barru tidak dilengkapi alat pelindung. Dari pantauan BKM, Sabtu (24/11) ada beberapa pekerja dilantai lima hingga ke lantai yang lebih tinggi tidak dilengkapi pelindung seperti shite belt, helm kerja, sepatu kerja hingga kaos tangan.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Barru, Herman Jaya ikut merasa khawatir menerima informasi jika sejumlah pekerja menara Pemkab tak dilengkapi alat pengaman diri. Meski hal ini bukan kewenangan dirinya untuk menyampaikan kepada rekanan.
Tetapi kalau berbicara tentang keselamatan pekerja bangunan tinggi. Maka menjadi kewajiban bagi pihak Rekanan untuk menyiapkan alat pengaman keselamatan kerja seperti shite belt, sepatu kerja hingga helm kerja untuk pekerjanya
“Semestinya pelaksana proyek memperhatikan dan wajib memberikan perlindungan terhadap pekerjanya. Apalagi yang dipekerjakan digedung tinggi seperti ini. Terutama yang bekerja dilantai dua ke atas sangat rawan dengan kecelakaan terjatuh dari lantai dengan ketinggian hingga delapan lantai,” kata Herman
Bekerja di gedung berlantai tinggi sangat rentan mengalami kecelakaan kerja. Apalagi jika tidak memakai alat pengaman.
“Sudah menjadi pemandangan sehari-hari beberapa pekerja di menara Pemkab Barru ini tidak memakai shite belt. Kondisi begini sangat berbahaya bagi pekerja digedung berlantai tinggi, ” jelasnya.
Sementara pihak PT Bumi Perkasa Sidenreng, Erik yang berusaha dihubungi, tidak berhasil.
(udi/C)
Pekerja tak Dilengkapi Alat Keselamatan
