MAKASSAR, BKM — Pelajar menjadi salah satu sasaran peredaran narkotika. Terlebih pengeder punya banyak cara untuk memasukkan unsur narkotika baik dalam bentuk permen maupun bentuk lainnya.
Untuk mengantisipasi peredaran gelap narkotika di kalangan pelajar SMA dan SMK, Dinas Pendidikan Sulawesi Selatan melakukan kerja sama dengan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulsel. Selain melakukan sosialisasi pencegahan, juga akan dilakukan tes urine.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNNP Sulsel, Jamaluddin mengatakan, dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan tes urine untuk 5.000 siswa. Untuk sekolah, pihaknya menargetkan akan dilakukan di 30 sekolah.
“Soal sekolah kita akan acak, yang jelas tim akan keliling kabupaten-kota. Mulai bulan Desember kita sudah turun melakukan tes urine,” kata Jamaluddin usai melakukan penandatanganan MoU di Kantor Disdik Sulsel, Senin (26/11).
Jamaluddin menyebutkan pihaknya telah mengidentifikasi beberapa daerah yang rawan penyalahgunaan narkotika. Sekolah yang berada di daerah rawan ini akan menjadi salah satu fokus tes urine.
Kepala Dinas Pendidikan Sulsel, Irman Yasin Limpo menambahkan pihaknya akan segera mengumpulkan kepala sekolah dan wakil kepala sekolah bidang pembinaan kesiswaan. Tujuannya untuk menjelaskan kegiatan tes urine dan langkah pencegahan yang akan dilakukan Disdik Sulsel.
“Jika nanti ada yang terbukti positif narkoba, tentu akan direhabilitasi. Tapi itu tergantung dari rekomendasi yang diberikan oleh BNNP. Termasuk jika harus berurusan dengan soal hukum,” jelasnya.
None panggilan akrab Irman YL mengakui selama ini pihaknya telah melakukan berbagai upaya untuk mencegah peredaran narkotika. Seperti syarat tes urine bagi calon siswa baru di tingkat SMA/SMK. (rhm)
5.000 Siswa akan Tes Urin
