MAKASSAR, BKM — Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah akhirnya merealisasikan mimpinya untuk membudidayakan bunga Sakura di Sulawesi Selatan.
Pada Senin (26/11), tim dari konsular Jepang mengunjungi Rumah Jabatan Gubernur Sulsel untuk menyerahkan bibit sakura yang dipesan. Sebanyak 300 bibit didatangkan langsung dari Jepang untuk ditanam di beberapa kabupaten yang iklimnya hampir sama dengan yanhbada di Jepang.
Sementara itu, sebanyak enam bibit sakura ditanam langsung kemarin di halaman Rumah Jabatan Gubernur.
Bunga ini ditanam berjejer dengan pohon kelapa yang ada di Rujab. Penanaman bibit ini merupakan bentuk Peringatan 60 Tahun Hubungan Diplomatik Indonesia-Jepang.
Penanaman bunga tersebut disaksikan langsung Kepala Kantor Konselar Jepang Katsutosi Miyakawa, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Sulsel Nurfitriani, Rektor Universitas Hasanuddin Dwia Aries Tina Pulubuhu, Ketua Tim Proyek Penanaman Sakura Dorothea Agnes Rampisela, Ketua Yayasan Sakura Persahabatan Jepang Kazuchika Mori, Perwakilan Toyota Tatsumi Takemoto dan Perwakilan Prefekture Ehime Thosifumi Joko serta rombongan dari Prefekture Ehime.
Kepala Kantor Konselar Jepang Katsutosi Miyakawa mengatakan, proyek ini adalah proyek utama dari peringatan hubungan diplomatik Jepang – Indonesia.
Ketua Tim Proyek Penanaman Sakura Dorothea Agnes Rampisela, dalam laporannya, terkait persiapan penanaman dan rencana proyek ini dimana 300 batang setek bunga sakura akan ditanam. Bunga yang akan ditanam jenis sakura dengan warna pink, mekar selama dua bulan, yang lain hanya mekar 1-2 minggu.
Bunga sakura ini didatangkan khusus dari Ehime, Jepang.
Bunga ini akan ditanam di daerah dingin dan di dataran tinggi, seperti di Tana Toraja dan Malino, Kabupaten Gowa. Serta di Universitas Hasanuddin untuk kepentingan penelitian.
Selama enam hingga setahun bibit bunga sakura ini akan diawasi dan dirawat dengan baik agar bisa beradaptasi dengan lingkungan di Sulsel. Jika berhasil, maka akan ditanam di daerah lain di Sulsel.
Bunga nasional Jepang ini mekar pada musim semi di Jepang atau sekitar bulan Maret hingga Juni.
Di Sulsel, pada tahun 2012 sebanyak 300 benih pohon sakura di tanam Dusun Muntea, Desa Bontolojong, Kecamatan Ulu Ere, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan. (rhm)
Budi Dayakan Bunga Sakura di Sulsel
