Site icon Berita Kota Makassar

Dosen FIS UNM Dilatih Peningkatan Kompetensi Pedagogik

MAKASSAR, BKM — Fakultas Ilmu sosial (FIS) Universitas Negeri Makassar (UNM) terus memacu peningkatan kualitas tenaga pengajarnya melalui Pelatihan Peningkatan Kompetensi Pedagogik Dosen.

Pelatihan ini berlangsung dari tanggal 27 hingga 30 November 2018 di ruang rapat Senat FIS Universitas Negeri Makassar.

Pelatihan ini dibuka Dekan FIS UNM Prof Dr Hasnawi Haris, M.Hum dan ikut dihadiri Wakil Dekan I FIS Dr Firman Umar, M.Hum, Wakil Dekan II, Dr Najamuddin, M.Hum.

Peningkatan kualitas mutu Pedagogik tenaga pengajar ini diikuti 40 orang, yang terdiri dari Dosen Muda, Dosen Non pendidikan dan Dosen Luar biasa (Dosen LB).

Ketua Panitia, Prof. Dr. Jumadi, S.Pd., M.Si, dalam laporannya bahwa kegiatan ini dilaksanakan untuk meningkatkan kompetensi Pedagogik para tenaga dosen dilingkup Fakultas Ilmu sosial.

“Kita berharap agenda ini berkelanjutan dan semua dosen bisa terjangkau dengan pelatihan tersebut. Pokoknya peningkatan kualitas dosen terus dipacu pihak Fakultas,” pungkas Jumadi yang juga Wakil Dekan III FIS UNM ini.

Sementara itu Dekan Fakultas Ilmu sosial Universitas Negeri Makassar (UNM), Prof Dr Hasnawi Haris, M.Hum mengapresiasi kegiatan tersebut.

Pelatihan ini memberikan nilai tambah terhadap peningkatan kualitas Pedagogik bagi dosen. Tetapi akan memberikan imbas kepada mutu pembelajaran mahasiswa.

Salah satu dari tujuan agenda tersebut bagaimana cara memperbaiki metode mengajar para dosen agar mahasiswa mampu menerima/mengerti pembelajaran yang telah diberikan para tenaga pengajar.

“Kemampuan para dosen dalam proses perkuliahan akan terukur ketika sampai pada tahap ujian para mahasiswa. Harapan kita semua mahasiswa dapat mengerjakan soal yang diberikan para dosen,” kata Hasnawi.

Guru Besar UNM ini menambahkan bahwa dalam memberikan pengajaran perlu ada gaya sebagai ciri khas seorang dosen yang disebutnya sebagai gaya dalam mengajar.

“Gaya dan ciri itu penting, karena selain sebagai daya tarik dari obyek belajar, juga bisa menjadi strategi dalam menciptakan suasana nyaman, agar mahasiswa dapat terhindar dari rasa jenuh, ” tambahnya. (udi)

Exit mobile version