LUWU, BKM — Antrian panjang sudah menjadi pemandangan umum setiap hari di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 74.91.988 Belopa Kabupaten Luwu. Kondisi ini sudah terjadi sejak dua pekan terakhir.
Tak pelak, antrian panjang tersebut mulai dikeluhkan masyarakat dan para pengguna kendaraan baik roda dua maupun roda empat karena mengganggu arus lalu lintas. Untuk mendapatkan BBM jenis premium, warga
harus antri berjam-jam lamanya.
Salah seorang warga Harun mengaku antrian panjang membuatnya sulit mendaatkan BBM.”Susah sekali mendapatkan premium, harus antri berjam-jam. Kalau begini kan menghambat aktivitas kami,” ujar Harun kepada BKM, Selasa (27/11).
Pengelola SPBU Belopa yang tak mau namanya di korankan enggan berkomentar terkait hal ini. Pengelola mengakui kondisi ini sudah berlangsung selama dua pekan.
“Antrian seperti sudah dua pekan berlangsung,”
kilahnya.
Sementara itu, Kepala Depot Pertamina Karang Karangan Luwu, Novi Prasetyo berdalih jika kondisi tersebut disebabkan faktor panen raya. Kebutuhan BBM premium dan solar makin meningkat.
Dia menyayangkan maraknya penjualan bahan bakar melalui botolan oleh SPBU. Hanya saja, dia enggan membeberkan jumlah stok BBM di Depot Pertamina Karang Karangan, Bua, Luwu.
“Itu rahasia, perintah Pertamina pusat untuk tidak menginfokannya ke publik. Jelasnya aman hingga sepekan kedepan,” akunya.
Novi mengimbau agar masyarakat, pemerintah daerah hingga aparat kepolisian ikut melakukan pengawasan penggunaan BBM subsidi yakni premium dan solar di lapangan.
“Solar subsidi ini memang perlu diawasi. Harga solar subsidi Rp5.600 sementara harga solar industri dua kali lipat yakni Rp12 ribu. Kita semua harus mengawasinya,” ujarnya (wan/C)
