Site icon Berita Kota Makassar

Begal Sadis Masih Diburu, Foto yang Tersebar Hoaks

MAKASSAR, BKM — Perburuan terhadap begal sadis yang memotong tangan korbannya masih dilakukan polisi. Tim khusus dibentuk untuk mengejar pelaku yang telah membuat cacat Imran (20), seorang maahsiswa Universitas Teknik Industri Makassar (ATIM).
Kepala Kepolisian Resort Kota Besar (Kapolrestabes) Makassar Kombes Pol Wahyu Ariwibowo, menyampaikan hal itu, Selasa (27/11).
”Tim khusus telah dibentuk untuk mengejar pelaku sampai tertangkap. Tindakan tegas pasti kita lakukan. Mudah-mudahan bisa segera terungkap,” kata Kombes Wahyu.
Hanya saja, menurut Wahyu, sejauh ini pihaknya belum berhasil mengidentifikasi kedua pelaku. Karenanya, timsus yang diturunkan difokuskan dalam kasus ini.
Dalam kesempatan itu, Wahyu meminta kepada masyarakat untuk menjadi polisi bagi dirinya sendiri agar terhindar dari kejahatan para pelaku kejahatan di jalan. Karena pelaku memanfaatkan situasi jika ada kesempatan. Bukan mengawali dari niatnya.
Di saat polisi masih memburu pelaku, di media sosial ramai dengan foto seorang pria bertelanjang dada yang dipenuhi raja. Lelaki itu disebutkan sebagai salah satu dari dua pelaku begal yang memarangi korban Imran.
Pemilik akun Desrianto menulis, pria tersebut telah diamankan tim Jatanras Polrestabes Makassar. Tak lupa dia memberi apresiasi terhadap kerja-kerja petugas kepolisian. ”Kira-kira mau diapai ini orang,” tulisnya.
Postingan Desrianto itu pun ramai dikomentari warganet. Hanya saja Kasat Reskrim Polrestabes Makassar Kompol Wirdhanto Hadicaksono yang dikonfirmasi, membantah jika pria tersebut adalah pelaku yang membegal Imran.
”Itu hoaks. Setelah kami melakukan pelacakan terhadap akun yang mengunggah foto tersebut, ternyata sudah dihapus. Untuk saat ini pelaku masih dalam pengejaran. Doakan semoga secepatnya terungkap,” imbuh Kompol Wirdhanto.
Terpisah, legislator Sulsel dari daerah pemilihan Enrekang, Pinrang dan Sidrap, Rusdin Tabi membesuk korban Imran yang tengah di RS Awal Bross. Ia meminta kepada pihak kepolisian untuk segera menangkap pelaku.
”Masyarakat hendaknya selalu mawas diri. Kasus ini sudah dalam penanganan petugas kepolisian. Kita doakan adik kita yang jadi korban agar secepatnya sembuh. Begitu pun untuk petugas kepolisian, kita doakan bisa segera menangkap pelaku,” ujar Ketua Himpunan Keluarga Massenrempulu (HIKMA) Kota Makassar ini. (ish/rus)

Exit mobile version