Site icon Berita Kota Makassar

Resiko Jika Tangan Terkena Palu dan Teriris Besi

TONG besi atau drum bekas ternyata memiliki manfaat besar yang menguntungkan khususnya bagi mereka yang memiliki kreativitas. Di Jalan Lamuru, Kecamatan Bontoala, ada banyak drum – drum bekas dijual. Sudah 30 tahun Saing berusaha di tempat itu.

Laporan: ARIF AL QADRY

Di tepi Jalan Lamuru yang tidak begitu lebar, Saing (51 tahun) duduk termenung menatap drum-drum yang menumpuk di hadapannya. Entah apa yang sedang dia pikirkan, dua bola matanya cukup tajam menatap tumpukan drumnya.
Saing adalah salah satu pengrajin drum bekas di Jalan Lamuru yang mengubah drum bekas jadi tempat sampah hingga tempat duduk dari drum bekas. Tergantung pesanan dan permintaan yang masuk kepadanya.
“Saya coba cari-cari ide selain tempat sampah, apa yang bisa dibuat dari drum bekas ini. Karena sudah banyak mi pesanan kalau untuk tempat sampah dan untuk tempat penampungan air,” aku bapak tujuh orang anak kepada penulis saat ditemui penulis di tempat jualan drum bekasnya, Selasa (27/11).
Jualan drum bekas sudah dilakoninya selama lebih dari 30 tahun. Itu berawal ketika dirinya masih muda dan sering ikut dengan bapaknya jualan drum di lokasinya sekarang ini. Sehingga boleh dikatakan, keahliannya memperbaiki drum-drum penyok adalah keahlian yang di terima dari bapaknya. Termasuk dengan memotong drum-drum dan mengubahnya menjadi tempat sampah.
Untuk mengubah drum bekas menjadi tempat sampah, ia masih menggunakan alat berupa palu serta betel. Semua pekerjaan dilakukan seorang diri. Dalam sehari, ia dapat memotong 10 drum menjadi dua bagian. Selanjutnya jika ingin diubahnya jadi tempat sampah dilanjut besok hari.
“Susah-susah gampang juga ubah drum ini jadi tempat sampah. Tangan terkena palu sampai teriris besi pasti terjadi kalau kerja. Kalau buat yang lain selain tempat sampah itu sesuai pesanan. Kalau ada pesanan saya bikin, tapi kalau tidak ada cuma tempat sampah dan tempat cor semen yang saya bikin saja dan perbaiki drum yang penyok,” katanya.
Harga drum bekas utuh yang di jual Saing sebesar Rp160.000, dan tempat sampah sebesar Rp100.000. Itu yang besi, sementara drum plastik yang utuh sebesar Rp300.000 dan yang bentuk tempat sampah Rp150.000.
“Memang agak mahal yang plastik dari pada besi. Kalau besi bisa karatan dalamnya jadi kebanyakan drum besi dijadikan tempat sampah dan tempat penampungan karet,” tambahnya. (arf)

Exit mobile version