TAKALAR, BKM — Retaknya hubungan dan komunikasi Bupati dan Wakil Bupati (Wabup) Takalar, H Syamsari Kitta-H Achmad Se’re ibarat air dan minyak, sangat sulit untuk seirama lagi. Tidak harmonisnya kedua elit pimpinan tersebut terlihat saat momen pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan sekretaris kabupaten (Sekkab) tidak dihadiri Wabup Takalar, H Achmad Se’re.
”Wabup Takalar tidak hadir dalam prosesi pelantikan sekretaris kabupaten. Karena beliau tengah berada di Jakarta,” kata salah seorang ASN bagian Humas dan Protokoler Sekretarit Daerah Kabupaten Pangkep, Senin (26/11).
Prosesi pelantikan pejabat struktural eselon II A jabatan pimpinan tinggi pratama tersebut dilaksanakan dan berlangsung sederhana di gedung Islamic Center. Acara ini dihadiri langsung Bupati Takalar, H Syamsari Kitta dan sejumlah undangan tamu dari provinsi dan kabupaten/kota lainnya.
Syamsari mengatakan, pemilihan sekretaris kabupaten tersebut sebelumnya dilakukan dengan cara seleksi lelang dengan proses cukup panjang. ”Proses seleksi dilaksanakan secara terbuka dan kompetitif di kalangan PNS. Yakni dengan memperhatikan syarat kompetensi, kualifikasi, kepangkatan, pendidikan dan pelatihan, rekam jejak jabatan dan integritas serta persyaratan jabatan lain sesuai ketentuan Peraturan Perundang-undangan. Sehingga menghasilkan Sekkab yang baru, yakni H Arsyad,” ujar bupati Takalar.