MAKASSAR, BKM — Penyelesaian jalan lingkar tengah atau middle ring road (MRR) yang menghubungkan Jalan Perintis Kemerdekaan dan Jalan Dr Laimena terus digenjot. Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) Wilayah XIII memastikan proyek itu bisa diresmikan Desember mendatang.
Kepala Bidang Pembangunan BBPJN XIII, Rahman Jamil menjelaskan, progres pengerjaan sudah mencapai 98 persen.
Untuk MRR tahap pertama ini, dari Perintis ke Leimana, tidak ada lagi persoalan pembebasan lahan. Jadi kontraktor bisa mengebut pekerjaan tanpa ada kendala lagi.
“Progres sekarang sekitar 98 persen. Insya Allah diharapkan bisa diresmikan Desember,” ungkap Rahman Jamil usai menghadiri Hari Jadi PU di Waduk Tunggu Pampang, Rabu (28/11).
Dia melanjutkan, saat ini, masih ada beberapa pekerjaan yang harus dirampungkan. Diantaranya jembatan. Namun dia optimistis pekerjaan tersebut bisa rampung pada minggu kedua Desember mendatang.
Untuk jembatan, tinggal satu bentang saja yang belum dibetong. Panjangnya 50 meter di bagian sisi kanan jembatan.
Untuk persemiannya sendiri, Rahman tidak mau berspekulasi karena itu adalah kebijakan pimpinan.
Sementara itu, Kepala BBPJN XIII Makassar, Miftachul Munir mengatakan, dirinya belum tahu persis progres atau kondisi terakhir pekerjaan di MRR.
Namun dia tetap optimistis jika proyek itu sudah bisa diresmikan Desember mendatang.
“Saya lihat masih ada beberapa spot yang pekerjaannya belum tuntas. Tapi Insya Allah selesai Desember,” ungkap Miftachul.
Untuk peresmiannya MRR hingga Leimena itu, dia mengatakan pihaknya harus melapor dulu ke Dirjen terkait. Dirinya belum berani menetapkan jadwal. Namun, sesuai target, diupayakan untuk diresmikan ada Desember mendatang.
“Saya harus melapor dulu ke Dirjen. Nanti terserah beliau apakah dibarengkan dengan paket-paket lain. Ataukan kita bisa minta tolong ke Pak Gubernur,” ungkapnya.
Dia melanjutkan, untuk pembebasan lahan dari arah Jalan Perintis ke Leimena sudah tidak ada persoalan. Namun, untuk kelanjutannya nanti, dari arah Leimena hingga ke Syekh Yusuf, masih banyak masalah besar yang harus dihadapi.
“Soal pembebasan lahan untuk kelanjutan, panjangnya sekitar 6,3 km. Tapi yang baru bebas kan sampai Leimena. Jadi kelanjutan dari Leimena ke Syekh Yusuf itu yang masih banyak masalah besar di sana. Selama lahan itu belum bebas, kami belum bisa melanjutkan program untuk MRR itu,” tandasnya.
MRR merupakan proyek yang dikerjakan pada era Syahrul Yasin Limpo sebagai gubernur. Tepatnya pada tahun 2015 lalu. Target awal, proyek ini semestinya dirampungkan Desember 2017. Namun molor setahun karena terkendala di pembebasan lahan.
Proyek ini dikerjakan oleh PT. Sumber Sari Cipta Marga dengan nilai kontrak Rp174.l,7 miliar.
Untuk tahap pertama, akan dirampungkan jalan sepanjang 3,05 kilometer termasuk empat buah jembatan. (rhm)
