PINRANG, BKM — Bripka Suardi masih terbaring di Rumah Sakit Bhayangkara, Makassar, kemarin. Ia dirujuk dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lasinrang, Pinrang usai menjadi korban pemarangan orang tak dikenal, Selasa (27/11).
Pelaku yang disebutkan lebih dari satu orang, nekat menebas personel Polres Pinrang itu karena wajahnya yang mirip pria pengganggu istri salah seorang pelaku. Polisi yang melakukan penyelidikan atas kasus ini, sudah mengantongi identitas pelaku.
Insiden penyerangan salah sasaran ini terjadi di Kampung Awang-awang, Kecamatan Watang Sawitto, Kabupaten Pinrang, pukul 11.00 Wita. Kala itu, korban tengah berada di rumah salah seorang warga yang juga temannya.
Akibat kejadian tersebut, Bripka Suardi menderita luka robek terbuka pada pergelangan tangan. Luka robek pada kaki bagian depan kanan dan kiri. Luka robek terbuka pada siku kiri. Ada pula luka terbuka pada telapak kaki. Karena lukanya yang cukup parah, korban kemudian dirujuk ke RS Bhayangkara, Selasa sore pukul 16.00 Wita.
Informasi yang beredar, peristiwa ini dipicu rasa cemburu pelaku. Meski begitu, polisi yang masih melakukan penyelidikan, tidak mau berspekulasi tentang motif kejadian. Alasannya, karena pelaku belum ditangkap dan diperiksa.
Keterangan dari saksi-saksi di tempat kejadian perkara (TKP), terungkap bahwa pelaku mengira korban adalah Arwan alias Ambeng (35). Pria itu diduga telah mengganggu istri salah seorang dari pelaku.
Berawal dari Arwan yang berkomunikasi dengan Sinar melalui media sosial (medsos). Sinar merupakan istri LS, pelaku penyerangan.
Karena dibakar api cemburu, LS lalu menghubungi Arwan untuk bertemu di TKP. Dari balik telepon, Arwan menjawab tantangan pelaku untuk bertemu. ”Iya, saya tunggu di Kampung Awang-awang,” begitu ucap Arwan.
Merasa tantangannya diterima, pelaku LS mengajak temannya yang diperkirakan lebih dari 10 orang. Mereka lalu bersama-sama ke kampung Awang-awang dengan maksud mencari Arwan.
Sesampainya di lokasi, pelaku bersama rekannya tak menemukan Arwan. Yang ada di tempat itu adalah Bripka Suardi alias Addi. Ia tengah berbicara dengan rekannya bernama Sudirman (32), warga Kampung Awang-awang.
Arwan dan temannya kemudian berpura-pura bertanya tentang dedak untuk pakan ternak. LS belakangan diketahui berprofesi sebagai peternak itik di Baranti, Sidrap.
Saat itulah, LS bersama beberapa orang temannya menyerang korban menggunakan parang. Saksi Sudirman yang melihat penyerangan mendadak itu, berinisiatif berlari menuju ke rumahnya untuk mengambil parang.
Selanjutnya ia kembali ke lokasi kejadian dengan maksud membantu Bripka Suardi. Namun, Addi sudah tak ada lagi di tempat semula. Tak lama berselang terdengar suara teriakan meminta tolong. Sudirman mendapati temannya itu dalam posisi terbaring dengan beberapa luka menganga di tubuhnya.
Sudirman lalu menolong dan membawa korban ke Rumah Sakit Lasinrang guna mendapat perawatan medis. Selanjutnya dirujuk ke RS Bhayangkara, Makassar.
Kapolres Pinrang AKBP Bambang Suharyono yang dikonfirmasi, Rabu (28/11), mengatakan identitas pelaku sudah diketahui. ”LS kita curigai sebagai pelakunya. Saat ini masih dalam pengejaran tim di lapangan. Korban telah dirujukke RS Bhayangkara Makassar untuk menjalani perawatan medis lanjutan,” jelas Bambang.
Mengenai kepastian motifnya, Bambang berjanji akan menyampaikan jika pelaku sudah ditangkap dan menjalani pemeriksaan. ”Tunggulah sampai pelaku tertangkap. Anggota masih melakukan pengembangan di lapangan dan mengejar pelaku,” tandasnya. (ady/rus/b)
Cemburu Picu Peternak Itik Parangi Polisi
